Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

KDM Hentikan Sementara Dana Hibah untuk Yayasan Pendidikan di Jabar, Ini Penyebabnya!

×

KDM Hentikan Sementara Dana Hibah untuk Yayasan Pendidikan di Jabar, Ini Penyebabnya!

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memimpin rapat koordinasi yang dihadiri 27 bupati dan wali kota membahas tata ruang Jawa Barat di Balaikota Depok, Selasa (11/3/2025). - foto doc

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti terkait penyaluran dana hibah kepada yayasan pendidikan yang dinilai belum merata dan berpotensi salah sasaran.

Untuk itu, penyaluran hibah akan dihentikan sementara sambil menunggu hasil verifikasi dari Dinas Pendidikan dan Kemenag Jabar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Rencana ini sudah didukung DPRD Jabar,”tegas KDM sapaan akrab mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.

BACA JUGA :  Sekolah Maung Resmi Dibuka! Jalur Zonasi Dicoret, SPMB SMA-SMK Jabar 2026 Mulai Panaskan Persaingan

Langkah ini diambil menyusul temuan adanya yayasan baru yang tidak terverifikasi namun menerima dana miliaran rupiah, yang tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk peningkatan kualitas pendidikan.

“Saya tidak mau dana hibah hanya dinikmati oleh pihak-pihak tertentu. Ini tidak bisa dibiarkan,” tuturnya

“Saya hentikan dulu. Ke depan, bantuan akan berbasis program pembangunan, bukan aspirasi atau kedekatan politik,” jelas KDM.

BACA JUGA :  KDM Tegaskan Larangan Truk ODOL Berlaku 2 Januari 2026

KDM juga membuka kemungkinan penyaluran bantuan hibah untuk pembangunan sekolah madrasah dan tsanawiyah yang menjadi kewenangan Kemenag kabupaten/kota.

“Pemdaprov siap membantu pembangunan madrasah yang sudah jelas jumlah siswanya. Saya tidak mau ada lagi penyalahgunaan. Saya tunggu data resmi dari Kemenag Jabar,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sekolah yang dibangun tidak boleh berdekatan dengan SD/SMP untuk menghindari perebutan siswa.

BACA JUGA :  KDM Tutup Pintu Tobat Pajak: Selamat Tinggal Ampunan Massal, Selamat Datang Tilang

Dengan pendekatan ini, KDM optimistis target 100 persen partisipasi sekolah hingga jenjang SMA/MA akan tercapai di seluruh wilayah Jawa Barat.***