Scroll untuk baca artikel
Lingkungan Hidup

Dua Macan Tutul Jawa Muncul di Bodogol, Alam Masih “Bicara”

×

Dua Macan Tutul Jawa Muncul di Bodogol, Alam Masih “Bicara”

Sebarkan artikel ini
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mencatat temuan dua individu macan tutul jawa. Foto: Instagram/ @bbtn_gn_gedepangrango

BOGOR – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat temuan penting, dua individu macan tutul jawa (Panthera pardus melas) tertangkap kamera trap di Resor PTN Bodogol, Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Di tengah deru pembangunan dan kabar hutan yang makin menyempit, alam rupanya masih punya cara sendiri untuk memberi kabar tanpa konferensi pers.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kehadiran dua predator puncak ini bukan sekadar sensasi visual. Macan tutul jawa adalah satwa dilindungi berstatus Terancam Punah (Endangered), sekaligus indikator kesehatan ekosistem. Jika mereka masih ada, berarti hutan TNGGP belum sepenuhnya menyerah.

BACA JUGA :  Pentupan TPA Burangkeng, Berlaku Sampai Ada Kesepakatan

Menariknya, dua macan tutul itu tampil bak simbol kontras alam: satu berwarna kuning-oranye bertutul jelas, satunya berwarna hitam legam.

Fenomena yang kerap memicu salah kaprah publik. Di kalangan masyarakat, individu berwarna gelap sering disebut “macan kumbang”, seolah spesies baru yang misterius dan mistis.

Padahal, TNGGP menegaskan: macan kumbang bukan spesies berbeda. Ia tetap macan tutul jawa yang mengalami melanisme, kondisi genetik yang membuat pigmen gelap mendominasi warna bulu.

BACA JUGA :  Limbah Medis Berserakan di TPA Sumur Batu, Jadi Tamparan DLH Kota Bekasi

Pola tutulnya tidak hilang hanya “menyamar”, baru tampak samar saat cahaya cukup. Bisa dibilang, ini soal pencahayaan, bukan perbedaan identitas.

Temuan ini menjadi pengingat serius: menjaga kawasan konservasi bukan hanya soal papan larangan atau patroli rutin, tetapi soal memberi ruang hidup yang layak bagi satwa liar agar tetap bertahan di habitat alaminya bukan pindah ke legenda atau sekadar arsip kamera.

BACA JUGA :  TOLONG! Kandang Sapi Ada Ditengah Pemukiman Warga Desa Merandungsari, Bikin Bau Tak Sedap

Di saat hutan kerap dipandang sebatas peta dan angka, dua macan tutul ini hadir sebagai pesan hidup: selama ekosistem dijaga, alam masih mau tinggal.

Dan ketika mereka pergi, biasanya bukan karena kalah, tapi karena manusia terlalu ramai.***