LAMPUNG UTARA — Suasana religius terasa di SMP Negeri 2 Abung Semuli saat ratusan siswa mengikuti kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) yang digelar selama dua hari, 5–6 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial kepada para siswa.
Kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah tersebut diikuti sekitar 360 siswa. Selain mendapatkan materi keagamaan, para peserta juga mengikuti kegiatan bakti sosial serta pemutaran film religi melalui televisi TV Merah Putih dari Presiden.
Materi keagamaan disampaikan oleh Palinda, S.Pd.I dan Sapto Hartono, S.Pd.I. Dalam pemaparannya, keduanya menekankan pentingnya kesadaran akan kehidupan akhirat, termasuk pembahasan tentang siksa kubur dan azab neraka sebagai pengingat bagi siswa agar menjauhi perbuatan dosa.
“Melalui kegiatan pesantren ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa siksa kubur dan neraka itu sangat pedih. Karena itu waktu yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk beribadah dan melakukan amal saleh,” ujar salah satu pemateri.
Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan bakti sosial juga menjadi bagian dari rangkaian sanlat guna menumbuhkan rasa empati dan kepedulian siswa terhadap sesama.
Kepala SMPN 2 Abung Semuli, Febriyanto, berharap kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih berakhlak baik.
“Melalui kegiatan ini kami berharap iman dan takwa siswa semakin meningkat. Bakti sosial juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Ketua OSIS SMPN 2 Abung Semuli, Alya, mengaku senang dapat mengikuti pesantren kilat karena memberikan banyak pelajaran berharga.
“Kami senang mengikuti kegiatan ini karena mendapat banyak pelajaran baru. Setelah mendengar materi yang disampaikan, kami jadi lebih takut untuk berbuat dosa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, materi tentang siksa kubur menjadi salah satu pelajaran yang paling berkesan bagi para siswa.
“Siksa kubur ternyata sangat menakutkan. Kami juga menonton film tentang perjalanan di Padang Mahsyar yang membuat kami lebih sadar untuk taat kepada Allah,” katanya.
Hal senada disampaikan Richa, salah satu peserta sanlat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.
“Kegiatan ini mengingatkan kami untuk menghindari maksiat dan tidak menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah,” ujarnya.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, pesantren kilat di SMPN 2 Abung Semuli diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki iman, takwa, serta kepedulian sosial yang kuat.***













