Scroll untuk baca artikel
Internasional

Hati-Hati Scan: QR Code di Selebaran Israel Bisa Buka Pintu Intelijen

×

Hati-Hati Scan: QR Code di Selebaran Israel Bisa Buka Pintu Intelijen

Sebarkan artikel ini
Tentara Israel terbang rendah di langit Beirut, Lebanon, menebarkan selembaran berisi QR code. Foto: AFP/Arab News

Selebaran propaganda disertai QR code ditebar dari pesawat tempur Israel di Beirut. Pakar keamanan siber memperingatkan: sekali scan, ponsel bisa jadi pintu masuk intelijen.

JAKARTA — Langit Beirut tiba-tiba “menurunkan berita”. Bukan hujan, bukan juga drone pengantar paket, melainkan selebaran propaganda yang dijatuhkan dari pesawat militer Israel. Yang membuat publik makin waspada: di antara kertas-kertas itu terdapat QR code yang diduga menjadi pintu masuk operasi intelijen.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Selebaran tersebut dijatuhkan setelah sejumlah pesawat militer Israel terbang sangat rendah di atas ibu kota Lebanon. Koresponden Agence France-Presse (AFP) melaporkan terdengar empat ledakan keras berurutan sebelum ribuan lembar kertas beterbangan di langit Beirut.

Media pemerintah Lebanon menyebut suara ledakan itu berasal dari manuver pesawat Israel yang terbang rendah sambil menjatuhkan selebaran di sejumlah kawasan, termasuk Verdun, Hamra, dan Ain al-Mreisseh di Beirut barat.

BACA JUGA :  Anak Sulung Gubernur Jabar Hilang Saat Berenang di Sungai Aaree Swiss

Propaganda dengan QR Code

Beberapa selebaran berisi seruan kepada warga Lebanon agar menuntut pelucutan senjata Hezbollah. Dalam pesan tersebut, kelompok itu disebut sebagai “perisai Iran” yang dinilai membawa Lebanon ke konflik berkepanjangan.

Salah satu selebaran menulis:
“Anda harus melucuti senjata Hizbullah, perisai Iran. Lebanon adalah keputusan Anda, bukan orang lain.”

Sebagian selebaran bahkan didesain menyerupai halaman surat kabar dengan judul provokatif:
“Mengingat keberhasilan besar di Gaza, surat kabar Realitas Baru tiba di Lebanon… Ke mana arah negara kita?”

Namun yang paling mencurigakan adalah QR code yang tercetak di beberapa lembar selebaran.

Menurut laporan The New Arab, kode tersebut terhubung ke platform komunikasi seperti WhatsApp dan Facebook, yang diduga menjadi jalur kontak langsung dengan unit intelijen militer Israel.

BACA JUGA :  Iran Tolak Mediasi Dunia, Dubes di Jakarta Tegas: Tidak Ada Negosiasi dengan AS

Pintu Masuk Intelijen

Tentara Lebanon langsung mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak memindai QR code tersebut.

Para ahli keamanan siber menilai, memindai kode itu bisa membuka celah bagi pihak asing untuk melacak lokasi pengguna, mengakses data perangkat, atau bahkan menjalin komunikasi langsung dengan jaringan intelijen Israel.

Dalam pernyataan resmi, militer Lebanon menyebut QR code tersebut terhubung dengan unit intelijen manusia militer Israel, yaitu Unit 504.

Unit ini dikenal bertugas merekrut informan dan menjalankan operasi intelijen di wilayah musuh.

Dengan kata lain, satu kali scan QR code bisa saja menjadi langkah pertama menuju “rekrutmen digital”.

Penyebaran selebaran ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon, termasuk serangan udara di pinggiran selatan Beirut dan wilayah lain yang diduga menjadi basis Hezbollah.

Namun operasi militer bukan satu-satunya strategi. Israel juga dituding meningkatkan perang psikologis terhadap warga sipil.

BACA JUGA :  Ratusan Korban Banjir di Spanyol, Puluhan Masih Hilang

Metodenya beragam:

  • panggilan telepon anonim,
  • pesan teks ancaman,
  • hingga propaganda digital.

Pesan-pesan tersebut bahkan sempat mencapai kantor kementerian, gedung administrasi publik, hingga pengadilan di Lebanon. Sejumlah kantor dilaporkan sempat dievakuasi sementara karena kekhawatiran menjadi target serangan udara.

QR Code: Dari Promo Diskon ke Operasi Intelijen

Di era digital, QR code biasanya identik dengan menu restoran, tiket konser, atau promo diskon kopi. Namun dalam konflik modern, teknologi kecil ini bisa berubah fungsi menjadi alat pengintaian.

Bagi warga Beirut, pesan yang paling sederhana justru yang paling penting:
tidak semua QR code layak dipindai terutama jika datang dari langit bersama propaganda.

Di medan perang modern, bukan hanya rudal yang berbahaya. Kadang, selembar kertas dengan kotak hitam putih juga bisa menjadi senjata.***