Scroll untuk baca artikel
Megapolitan

Jakbar Darurat Curanmor! Sepekan, Polisi Kebanjiran Laporan Pencurian

×

Jakbar Darurat Curanmor! Sepekan, Polisi Kebanjiran Laporan Pencurian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi, pencurian kendaraan bermotor
Ilustrasi, pencurian kendaraan bermotor

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat mencatat tren kriminalitas jalanan kembali bikin warga waswas. Dalam kurun sepekan terakhir, laporan pencurian hingga percobaan pencurian kendaraan bermotor alias curanmor mendominasi pengaduan yang masuk ke kepolisian.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Twedi Aditya Benyahadi, mengungkapkan bahwa aksi curanmor kini tak hanya menyasar kendaraan yang terparkir di pinggir jalan, tetapi juga mulai merambah kawasan permukiman hingga bangunan-bangunan kosong yang minim pengawasan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Dalam satu minggu terakhir ini banyak kejadian percobaan pencurian kendaraan bermotor maupun percobaan pencurian di bangunan-bangunan. Beberapa pelaku bahkan berhasil diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan ke polisi,” kata Twedi saat patroli dini hari di kawasan Grogol, Senin (25/5/2026).

BACA JUGA :  Kabar Duka, Politisi DKI Jakarta Haji Lulung Tutup Usia

Fenomena ini dinilai menjadi alarm keras bahwa pelaku kejahatan makin nekat. Di saat warga mulai terlelap, para pencuri justru seperti sedang “shift malam”. Bedanya, kalau pekerja kantoran pulang bawa gaji, para maling berharap pulang bawa motor orang.

Meski begitu, Twedi mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Banyak warga kini lebih sigap melapor ketika melihat aktivitas mencurigakan.

Namun, di tengah maraknya aksi warga menangkap pelaku, polisi mengingatkan agar masyarakat tidak berubah menjadi “hakim jalanan”. Menurut Twedi, pelaku cukup dilumpuhkan dan segera diserahkan kepada aparat untuk proses hukum lebih lanjut.

BACA JUGA :  Pengelola PIK Diingatkan Soal Izin Pemanfaatan Ruang Laut

“Jangan main hakim sendiri. Sebatas dilumpuhkan saja supaya pelaku masih bisa diperiksa dan dikembangkan. Bisa jadi mereka bagian dari jaringan yang lebih besar,” tegasnya.

Sindiran halus pun muncul di tengah masyarakat. Banyak warga mengeluhkan bahwa maling sekarang seperti tak kenal waktu dan tempat. Ada yang menyebut motor kini lebih dijaga ketat daripada hubungan asmara karena lengah sedikit, bisa hilang tanpa kabar.

Untuk mempercepat penanganan kasus, polisi meminta masyarakat segera melapor jika menjadi korban atau melihat tindak kriminal. Laporan bisa dilakukan melalui pos pantau kepolisian, kantor polisi terdekat, maupun layanan darurat 110 Presisi.

BACA JUGA :  Koboi Jalanan Todongkan Pistol di Duren Sawit Akhirnya Ditangkap Polisi

Twedi juga mengingatkan agar layanan 110 tidak dijadikan ajang iseng atau prank, karena dapat menghambat warga lain yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat.

“Gunakan layanan 110 Presisi untuk kondisi darurat. Jangan dipakai main-main karena bisa mengganggu masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kepolisian,” ujarnya.

Maraknya kasus curanmor ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan bukan cuma tugas polisi, tetapi juga tanggung jawab bersama. Sebab di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit, bukan cuma harga kebutuhan pokok yang naik nyali maling pun ikut naik kelas.***