LAMPUNG – Gerbong besar kembali bergerak di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Melalui rotasi dan mutasi terbaru, sejumlah pejabat utama (PJU) di lingkungan Polda Lampung hingga beberapa kapolres resmi berganti. Pergeseran ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus strategi memperkuat kinerja kepolisian menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.
Di internal Polri, mutasi memang bukan sekadar perpindahan kursi. Jika di dunia sepak bola dikenal istilah transfer pemain, maka di institusi kepolisian, rotasi jabatan menjadi “transfer taktik” untuk menghadirkan energi baru tanpa kehilangan ritme organisasi.
Berdasarkan daftar mutasi yang diterima, salah satu perubahan terjadi pada jabatan Karolog Polda Lampung.
Kombes Pol Supriadi mendapat penugasan baru sebagai Auditor Kepolisian Madya TK I Itwasum Polri, sementara posisi yang ditinggalkannya akan diisi Kombes Pol Atot Irawan, yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Banten.
Di jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), Kombes Pol Boby Pa’ludin Tambunan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstra SSDM Polri dalam rangka mengikuti Dikbangti Tahun Anggaran 2026.
Tongkat komando Ditpolairud selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol Arick Sartani Marbun, yang sebelumnya bertugas sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Polair Baharkam Polri.
Rotasi juga menyentuh Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung.
Kombes Pol Dwi Handoko Prasanto mendapat penugasan sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya TK III Baintelkam Polri, sedangkan jabatan Dirresnarkoba kini diemban Kombes Pol Dodi Suryadin, yang sebelumnya merupakan Pamen Bareskrim Polri.
Sementara itu, Kombes Pol Bramono Purnomo Nugroho, yang selama ini menjabat Dirsamapta Polda Lampung, dimutasi menjadi Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Sahli Kapolri.
Posisinya digantikan AKBP Prayudha Widiatmoko, yang sebelumnya menjabat Dirtahti Polda Jawa Tengah.
Kapolresta Bandar Lampung Resmi Berganti
Perubahan penting juga terjadi di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung.
Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mendapat promosi jabatan sebagai Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri.
Kursi orang nomor satu di Polresta Bandar Lampung kini dipercayakan kepada Kombes Pol Herbin Garbawiyata J. Sianipar, yang sebelumnya menjabat Kapolresta Magelang.
Selain Bandar Lampung, rotasi juga menyentuh sejumlah kepolisian resor lainnya, meliputi:
- Kapolres Lampung Selatan
- Kapolres Lampung Utara
- Kapolres Lampung Timur
- Kapolres Tulang Bawang
- Kapolres Tulang Bawang Barat
- Kapolres Pringsewu
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran struktur kepemimpinan di tingkat kewilayahan. Salah satunya seperti Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati yang promosikan menjadi wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung. Posisinya digantikan oleh AKBP Yuliansyah yang sebelumnya menjabatkan sebagai Kapolres Tulang Bawang.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menegaskan bahwa mutasi merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi Polri.
Menurutnya, rotasi jabatan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri. Ini adalah bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta untuk meningkatkan kinerja organisasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Yuni, sebagaimana dilansir Wawai News, Jumat (26/6/2026).
Ia berharap seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing serta mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih pejabat sebelumnya.
“Terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polda Lampung. Kepada pejabat baru kami ucapkan selamat bertugas dan semoga dapat melanjutkan serta meningkatkan capaian yang telah diraih,” tuturnya.
Di institusi sebesar Polri, rotasi jabatan merupakan bagian dari siklus organisasi yang tidak dapat dihindari. Pergantian pejabat bukan hanya soal siapa yang pindah dan siapa yang datang, tetapi juga bagaimana menghadirkan perspektif baru dalam menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks.***












