Scroll untuk baca artikel
LINTAS DAERAH

HUT ke-81 RI di Bandung: Kirab Merah Putih 3,5 Km, Sejumlah Jalan Ditutup, Ini Rutenya

×

HUT ke-81 RI di Bandung: Kirab Merah Putih 3,5 Km, Sejumlah Jalan Ditutup, Ini Rutenya

Sebarkan artikel ini
Kawasan Gedung Sate Bandung
Kawasan Gedung Sate Bandung -foto doc ist

BANDUNG — Kota Bandung bersiap menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026. Bukan hanya upacara dan pengibaran bendera, rangkaian peringatan tingkat Provinsi Jawa Barat juga akan diwarnai kirab duplikat Bendera Merah Putih, parade defile hingga upacara penurunan bendera.

Bagi warga Bandung yang hendak beraktivitas pada Senin pagi, ada satu hal yang perlu diperhatikan: sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan kirab akan ditutup sementara.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Jadi, kalau biasanya terlambat ke kantor karena macet, besok bisa punya alasan baru: Merah Putih sedang lewat.

Kirab Merah Putih Tempuh 3,5 Kilometer

Rangkaian acara dimulai dengan kirab duplikat Bendera Merah Putih pada pukul 07.00 hingga 07.45 WIB.

Kirab menempuh jarak sekitar 3,5 kilometer, dengan titik awal di Bale Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata, kemudian bergerak menuju:

BACA JUGA :  Ribuan Pemudik Tiba di Bekasi, Pj Wali Kota Ingatkan Pendatang Harus Miliki Skill

Jalan Otto Iskandar Dinata → Jalan Kebon Jukut → Jalan Perintis Kemerdekaan → Jalan Wastukencana → Jalan L.L.R.E. Martadinata → Jalan Ir. H. Juanda → Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

Kirab kemudian berakhir di halaman Gedung Sate.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan ruas jalan yang dilalui kirab akan ditutup selama kegiatan berlangsung.

“Selama kirab berlangsung, jalan yang dilewati akan ditutup, kecuali Jalan Wastukencana sebelah Balaikota Bandung karena di situ ada peringatan HUT RI juga,” kata Adi, Minggu (16/8/2026).

Artinya, warga yang memiliki agenda melintas di jalur tersebut sebaiknya memperhitungkan waktu perjalanan atau mencari rute alternatif.

Jangan sampai mau mengejar waktu, malah ikut mengawal kirab karena kendaraan berhenti di belakang barikade.

Pukul 08.00 WIB, Upacara di Gedung Sate

Setelah kirab selesai, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Gedung Sate.

Upacara dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB.

Gedung Sate akan menjadi salah satu pusat kegiatan peringatan kemerdekaan tingkat Provinsi Jawa Barat. Setelah upacara, acara belum selesai.

Pada pukul 10.30 WIB, halaman Gedung Sate kembali menjadi titik dimulainya parade defile.

Defile akan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP hingga penyapu jalan.

Keterlibatan penyapu jalan memberi pesan tersendiri: kemerdekaan bukan hanya soal seremoni, tetapi juga penghargaan kepada mereka yang setiap hari memastikan kota tetap bersih dan nyaman.

Dan tentu saja, tanpa penyapu jalan, setelah ribuan orang berkumpul, yang merdeka mungkin hanya sampahnya—bebas berserakan ke mana-mana.

Sore Hari, Bendera Diturunkan

Rangkaian peringatan kembali berlanjut pada sore hari.

Upacara penurunan Bendera Merah Putih dijadwalkan berlangsung pukul 15.30 WIB.

Setelah itu, rangkaian acara belum benar-benar berakhir.

Pada pukul 17.00 WIB, dilaksanakan kirab pengembalian duplikat Bendera Merah Putih.

Jika kirab pagi bergerak menuju Gedung Sate, kirab sore bergerak kembali menuju Bale Pakuan.

Rute pengembalian:

Jalan Diponegoro → Jalan Sulanjana → Jalan Sawunggaling → Jalan Tamansari → Jalan Wastukencana → Jalan Padjadjaran → Jalan Cicendo → Bale Pakuan, Jalan Kebonsirih.

Catat Jadwal dan Rutenya

Bagi masyarakat Bandung, berikut jadwal utama rangkaian HUT ke-81 RI tingkat Jawa Barat:

WaktuKegiatan
07.00–07.45 WIBKirab duplikat Bendera Merah Putih
08.00 WIBUpacara HUT ke-81 RI di Gedung Sate
10.30 WIBParade defile
15.30 WIBUpacara penurunan Bendera Merah Putih
17.00 WIBKirab pengembalian duplikat Bendera Merah Putih

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Bandung akan menjadi salah satu pusat perayaan kemerdekaan Jawa Barat pada 17 Agustus 2026.

Bagi warga, satu hal paling penting adalah mengantisipasi penutupan jalan dan kepadatan lalu lintas, terutama pada pagi hari ketika kirab berlangsung.***