BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengirimkan 100 orang kafilah untuk berlaga dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kontingen Jabar tersebut terdiri atas 56 peserta, 17 pembina, serta 25 official dan pendamping. Mereka akan mengikuti seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan, yakni delapan cabang dengan 27 golongan.
Delapan cabang tersebut meliputi Tilawah, Qira’at, Tahfidz, Tafsir, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Kaligrafi, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Ada kabar menarik bagi para peserta. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan peningkatan uang saku bagi kafilah yang berhasil meraih juara pada MTQ Nasional XXXI.
Besaran apresiasi untuk juara pertama naik menjadi Rp200 juta, dari sebelumnya Rp100 juta.
Sementara juara kedua akan memperoleh Rp150 juta, meningkat dari sebelumnya Rp75 juta. Adapun juara ketiga mendapat Rp100 juta, naik dari sebelumnya Rp50 juta.
Namun, Dedi Mulyadi mengingatkan para kafilah agar tidak menjadikan hadiah sebagai satu-satunya orientasi dalam mengikuti ajang tersebut.
Ia meminta para peserta tampil maksimal sekaligus menjunjung tinggi kejujuran dan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Jadi yang terbaik, bersikap jujur, tidak boleh ada prinsip yang bertentangan dengan Al-Quran,” ujar Dedi Mulyadi, Kamis (10/9/2026).
Dengan persiapan dan pembinaan yang telah dilakukan, kontingen Jabar ditargetkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama Jawa Barat dalam persaingan MTQ tingkat nasional.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban.”
Tema tersebut menekankan empat dimensi utama, yakni membumikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui aksi nyata, memperkuat harmoni sosial, meneguhkan semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mendorong kontribusi nilai-nilai universal Al-Qur’an bagi peradaban global.
Dengan 56 peserta yang diterjunkan di seluruh cabang, Jabar kini membawa dua misi sekaligus: berprestasi di arena MTQ dan menunjukkan bahwa nilai Al-Qur’an tidak berhenti pada perlombaan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku. ***













