KOTA BEKASI – Rencana Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berkantor di lingkungan RW mulai Januari 2027 mendapat dukungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi. Dunia usaha berharap langkah tersebut tidak sekadar mendekatkan pemerintah dengan warga, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan ekonomi lokal.
Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar mengatakan, kehadiran kepala daerah di tingkat RW dapat menjadi momentum untuk melihat langsung persoalan sekaligus memetakan potensi ekonomi masyarakat.
Menurutnya, aktivitas ekonomi sebenarnya telah tumbuh di banyak lingkungan, mulai dari warung, jasa rumahan, pedagang kecil hingga UMKM. Namun, sebagian masih berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem pembangunan yang memadai.
“Kami mendukung penuh Wali Kota berkantor di RW. Pemerintah harus melihat langsung potensi dan persoalan di lingkungan, sebab di sanalah banyak UMKM dan usaha kecil berjuang untuk tumbuh,” ujar Qadar.
Rp100 Juta per RW Harus Punya Dampak Ekonomi
Qadar menyoroti program Lingkar Keren yang memasuki tahun kedua dengan alokasi Rp100 juta untuk setiap RW.
Ia berharap anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga memberi ruang bagi pemberdayaan masyarakat, UMKM dan pemanfaatan produk lokal.
“Rp100 juta per RW melalui Lingkar Keren harus bisa menjadi pemantik ekonomi lokal. KADIN mendorong agar pemberdayaan UMKM, pemanfaatan produk lokal, dan keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian dari ekosistem pembangunan,” katanya.
Menurut Qadar, ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari jalan yang mulus, lingkungan yang rapi atau fasilitas yang berdiri. Dampak terhadap aktivitas ekonomi warga juga perlu menjadi perhatian.
“Jangan sampai lingkungan sudah dibangun, tetapi ekonomi warganya tetap jalan di tempat. KADIN siap bersinergi agar pemerataan pembangunan juga berarti pemerataan kesempatan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat,” tuturnya.
Dengan kata lain, jangan sampai uang pembangunan hanya membuat lingkungan semakin kinclong, sementara warung di ujung gang masih sibuk menghitung utang pelanggan.
Wali Kota Akan Turun Langsung ke Lingkungan
Sebelumnya, Tri Adhianto menyampaikan rencana berkantor di RW mulai Januari 2027. Agenda tersebut ditujukan untuk memperkuat interaksi langsung dengan masyarakat dan pengurus kewilayahan.
Melalui pola itu, berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat disampaikan dan dilihat langsung oleh pemerintah, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan.
Bagi KADIN, ruang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan dengan potensi ekonomi lokal.
KADIN Kota Bekasi menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperluas keterlibatan dunia usaha, khususnya untuk mendorong UMKM dan pelaku usaha lokal agar ikut menikmati manfaat pembangunan.
Dengan demikian, berkantornya Wali Kota di RW bukan sekadar memindahkan meja kerja dari gedung pemerintahan ke lingkungan warga. Tantangannya justru memastikan kedekatan tersebut menghasilkan kebijakan yang terasa sampai ke dapur masyarakat.***













