Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Banjir Tanggamus Surut, Ancaman Belum Usai: Tanggul Way Belu Jebol, 70 Hektare Sawah Terancam

×

Banjir Tanggamus Surut, Ancaman Belum Usai: Tanggul Way Belu Jebol, 70 Hektare Sawah Terancam

Sebarkan artikel ini
Foto: Sehari setelah banjir bandang menerjang sejumlah pekon, Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus, Suaidi, turun langsung meninjau titik tanggul yang rusak, Rabu (23/9/2026).

TANGGAMUS — Air banjir memang mulai surut dari permukiman warga di Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus. Namun, ancaman belum benar-benar pergi.

Jebolnya tanggul Sungai Way Belu di wilayah Pekon Negara Batin menyisakan persoalan serius. Pemerintah Kabupaten Tanggamus kini menghadapi pekerjaan besar untuk mencegah luapan sungai kembali menerjang permukiman dan lahan pertanian apabila hujan deras kembali mengguyur.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sehari setelah banjir bandang menerjang sejumlah pekon, Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus, Suaidi, turun langsung meninjau titik tanggul yang rusak, Rabu (23/9/2026).

Dari peninjauan tersebut, pemerintah daerah memperkirakan 50 hingga 70 hektare lahan persawahan berpotensi terdampak apabila kerusakan tanggul tidak segera ditangani.

Angka itu menambah daftar persoalan pascabanjir yang sebelumnya berdampak terhadap ratusan kepala keluarga di wilayah Kotaagung Barat. Dalam laporan sebelumnya, banjir akibat luapan Way Belu berdampak pada sekitar 350 KK di empat pekon, yakni Belu, Negara Batin, Kanyangan dan Teba Bunuk.

BACA JUGA :  Diimingi Uang, Tiga Pria di Tanggamus Setubuhi Anak Dibawah Umur Berulang Kali

Kini, persoalannya bukan lagi sekadar membersihkan lumpur dan material banjir.

Pertanyaannya adalah: apakah tanggul yang jebol mampu diamankan sebelum hujan berikutnya datang?

Suaidi saat meninjau lokasi didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Tanggamus Jon Novri, Camat Kotaagung Barat, jajaran BPBD, Damkar, Airud, serta aparatur pekon.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kondisi aliran Way Belu membutuhkan penanganan segera. Selain tanggul yang jebol, pemerintah menemukan persoalan lain yang tak kalah mengkhawatirkan, yakni pendangkalan sungai.

Material sedimentasi membuat permukaan aliran air disebut hampir sejajar dengan area kebun warga.

Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri. Ketika debit air meningkat akibat hujan deras, kapasitas sungai yang berkurang akibat pendangkalan dapat membuat air lebih mudah meluap dan kembali mencari jalannya ke kawasan permukiman maupun lahan warga.

BACA JUGA :  Way Semuong Meluap, Petani di Tanggamus Hilang Saat Memancing

Tanggul Rusak, Sungai Dangkal: Ancaman Berlapis

Suaidi mengatakan Pemkab Tanggamus masih mengkaji bentuk penanganan yang paling memungkinkan dilakukan.

Sejumlah opsi dipertimbangkan, mulai dari pembangunan bronjong hingga penguatan atau penanggulangan tanggul. Namun, besarnya kebutuhan anggaran menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.

“Ini masih kita pertimbangkan, apakah nanti akan dilakukan bronjong atau penanggulangan. Tetapi ini memakan biaya besar,” ujar Suaidi.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di sekitar kebun kampung dengan panjang kerusakan sekitar 70 meter.

Jika kerusakan tersebut dibiarkan, ancamannya bukan hanya terhadap bantaran sungai. Lahan pertanian warga yang berada di sekitar aliran Way Belu juga berada dalam posisi rentan.

BACA JUGA :  Polisi Bongkar Perburuan Rusa di Tanggamus, Lima Orang Jadi Tersangka

Ironisnya, persoalan sungai tidak berhenti pada tanggul yang jebol.

Bagian hilir Way Belu juga mengalami pendangkalan. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut perlu masuk dalam perhitungan penanganan karena dapat memperlambat aliran air ketika debit sungai meningkat.

“Kalau di hilirnya terjadi pendangkalan, ketika air datang tidak mengalir, ini bisa kembali menghantam. Jadi ini juga menjadi pertimbangan,” kata Suaidi.

Artinya, memperbaiki titik tanggul yang jebol saja belum tentu menyelesaikan seluruh persoalan.

Tanggul diperkuat, tetapi sungai tetap dangkal, ancaman luapan masih bisa kembali datang.

Pemkab Siapkan Tanggul Darurat

Sembari menghitung kebutuhan penanganan permanen, Pemkab Tanggamus menyiapkan langkah darurat.

BPBD akan diarahkan untuk membuat tanggul sementara sebagai antisipasi jika hujan deras kembali terjadi dalam waktu dekat.