Scroll untuk baca artikel
LAMPUNGLAMPUNG TIMUR

Way Kambas Terbakar! Karhutla Meluas 600 Hektare, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

×

Way Kambas Terbakar! Karhutla Meluas 600 Hektare, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur. (Dokumentasi/ BNPB)

LAMPUNG TIMUR — Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali menghadapi ancaman serius. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai terjadi sejak Selasa (22/9/2026) diperkirakan telah berdampak hingga sekitar 600 hektare kawasan konservasi.

Api melanda kawasan RPTN Cabang SPTN Wilayah II Bungur. Medannya bukan medan yang ramah bagi petugas: akses darat sulit, sumber air terbatas, sementara sejumlah titik api berada cukup jauh dari sumber air.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ketika jalur darat kesulitan mengejar api, operasi pemadaman pun naik kelas. Helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik yang masih terbakar.

Kepala Balai TNWK MHD Zaidi membenarkan operasi tersebut masih berlangsung pada Jumat (25/9/2026).

“Masih, Mas. Hari ini (Jumat) menggunakan water bombing atau WB. Wilayah yang terbakar itu di area Resort Cabang,” kata Zaidi, Jumat.

Helikopter diterjunkan karena kondisi lokasi sulit dijangkau melalui jalur darat. Kawasan yang terbakar disebut memiliki karakter rawa gambut sehingga penanganannya tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat dari permukaan.

BACA JUGA :  Upah Pembangunan Drainase di Tulung Singkip Diborong Rp12 Juta, Administrasi Disebut HOK

Inilah bagian yang membuat kebakaran di lokasi tersebut tidak bisa dianggap enteng.

Zaidi menjelaskan, kebakaran yang terjadi merupakan ground fire atau kebakaran bawah. Api membakar material organik di bawah permukaan tanah, terutama lapisan gambut.

“Helikopter sudah diluncurkan. Masih di lokasi kemarin karena lokasi karhutlanya memang seperti rawa gambut. Untuk luas lahan yang terbakar masih dalam penghitungan,” ujar Zaidi.

BNPB: 600 Hektare Terdampak

Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 600 hektare.

Hingga Kamis (24/9), proses penanganan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi yang sulit, keterbatasan sumber air dan jauhnya titik api dari sumber air.

“Penanganan yang dilakukan hingga Kamis (24 September), menghadapi kendala berupa akses menuju lokasi yang sulit, keterbatasan sumber air dan jarak titik api yang cukup jauh dari sumber air,” kata Berton dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

BACA JUGA :  Zaiful Bokhari Dipecat Dari Pengurusan Partai Demokrat

Tim gabungan menggunakan berbagai metode untuk menjinakkan api, mulai dari peralatan tangan dan jet shooter, pompa portable hingga pembuatan ilaran api.

Pemadaman langsung dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik api, sementara pemadaman tidak langsung dilakukan dengan membuat sekat atau ilaran api untuk membatasi pergerakan api.

Kini, strategi tersebut diperkuat dengan operasi udara melalui water bombing.

Kondisi panas dan angin kencang menjadi kombinasi yang menyulitkan petugas. Vegetasi kering membuat api lebih mudah merambat, sementara karakter gambut memungkinkan api menjalar di bawah permukaan.

Karena itu, persoalan bukan hanya bagaimana memadamkan api hari ini, tetapi bagaimana memastikan api benar-benar mati dan tidak kembali menyala.

Di kawasan konservasi seperti TNWK, tantangannya menjadi lebih besar karena yang dipertaruhkan bukan hanya hamparan vegetasi.

TNWK merupakan kawasan habitat satwa liar, termasuk gajah Sumatra. Namun, Balai TNWK memastikan lokasi kebakaran di Resort Cabang tersebut berada jauh dari wilayah yang menjadi habitat gajah.

“Ini jauh dari wilayah gajah berada. Ini di ujung paling utara. Gajah jarang ke lokasi sana karena itu wilayahnya lebih dekat ke pantai,” kata Zaidi.

BACA JUGA :  Pemuda Asal Labuhanratu Tewas Dikeroyok di Way Jepara

Sebelumnya, pada Rabu (23/9), kebakaran juga terjadi di dua lokasi kawasan TNWK. Salah satunya berada di sekitar Pusat Latihan Gajah (PLG) di Kecamatan Labuhan Ratu, bahkan berdekatan dengan proyek pembangunan kandang gajah jantan.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi Gajah Sumatra TNWK Brigjen TNI Sriyanto menyebut sekitar 5 hektare lahan terbakar di lokasi tersebut.

Vegetasi yang terdampak antara lain semak belukar, ilalang dan tegakan pohon mentru.

Sebanyak 39 personel gabungan dikerahkan. Pemadaman dilakukan menggunakan armada pemadam dan empat tangki air hingga api di sekitar proyek kandang gajah berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun, titik kebakaran lainnya di Resort PTN Wilayah Cabang menghadirkan tantangan berbeda. Api merambat dari permukaan tanah hingga tajuk pohon.

Petugas menghadapi cuaca panas, angin kencang dan jarak sumber air yang jauh. Pemadaman dilakukan menggunakan pompa air secara estafet, penyemprot punggung dan peralatan manual.***