BEKASI — Pasar Baru Bekasi mendadak terasa lebih ramai, Jumat (2/10/2026). Bukan karena ada diskon besar-besaran atau ayam goreng gratis, melainkan karena para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi ikut “turun gunung” berbelanja melalui program GEBRAK PASAR.
Program yang merupakan singkatan dari Gerakan Belanja Rame-Rame ke Pasar Rakyat itu kembali digelar untuk mendorong masyarakat, khususnya ASN, kembali berbelanja langsung di pasar rakyat.
Sebelum berburu kebutuhan dapur, para ASN lebih dulu mengikuti senam pagi bersama. Setelah badan bergerak, giliran dompet yang diajak berolahraga.
Berbagai kebutuhan sehari-hari pun dibeli. Salah satunya dilakukan ASN Pemkot Bekasi, Cahya Gunaria, yang membawa pulang tiga ekor ayam dan dua kilogram ikan mujair.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Wali dan Pak Wakil. Kami aparatur Pemerintah Kota Bekasi mendukung sepenuhnya program ini. Hari ini kami sudah membeli tiga ekor ayam dan dua kilogram ikan mujair. Tentunya program ini sangat baik untuk para pedagang,” ujarnya.
Bagi pedagang, kedatangan ASN bukan sekadar soal ayam dan mujair yang berpindah tangan. Ada harapan agar pasar yang selama ini terasa lebih lengang kembali dipenuhi aktivitas jual beli.
Salah seorang pedagang bahkan mengenang masa ketika pegawai pemerintah masih cukup sering mampir ke pasar setelah pulang kantor.
“Dulu saya dagang enak. Orang Pemda, habis pulang dari kantor, banyak yang ke pasar sini. Sekarang sudah tidak seramai dulu,” katanya.
Menurutnya, program GEBRAK PASAR memberikan angin segar bagi pedagang. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi bisa membuat masyarakat kembali terbiasa berbelanja di pasar rakyat.
“Dengan adanya program ini, alhamdulillah, kalau bisa berjalan lancar saya sangat berterima kasih. Semoga bisa ada yang masuk ke pasar lagi,” ujarnya.
Suasana pun menjadi sedikit berbeda. Biasanya pegawai sibuk dengan agenda kantor, kali ini sebagian justru sibuk memilih ayam, menimbang ikan dan bertransaksi dengan pedagang.
Setidaknya, untuk sementara, meja kerja berganti meja pedagang. Urusan yang dibawa pulang pun bukan berkas disposisi, melainkan bahan masakan.
Pemkot Bekasi berharap GEBRAK PASAR dapat mendorong semakin banyak ASN dan masyarakat berbelanja langsung di pasar rakyat. Dengan begitu, perputaran ekonomi di tingkat pedagang lokal diharapkan ikut bergerak.
Sebab bagi pedagang pasar, pasar yang ramai bukan sekadar soal banyaknya orang yang datang. Yang paling ditunggu tentu satu hal: pembeli yang benar-benar belanja. ***













