Scroll untuk baca artikel
Persona

AKBP Heti Patmawati Raih Penghargaan Polisi Wanita Dunia 2026, Kapolres Humanis dari Lampung Timur

×

AKBP Heti Patmawati Raih Penghargaan Polisi Wanita Dunia 2026, Kapolres Humanis dari Lampung Timur

Sebarkan artikel ini
AKBP Heri Patmawati Kapolres Lampung Timur - Foto doc ist
AKBP Heri Patmawati Kapolres Lampung Timur - Foto Rozali/doc ist

LAMPUNG TIMUR — Di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, nama Heti Patmawati kini mendapat perhatian dunia internasional. Polisi wanita berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu resmi menerima Penghargaan Kepemimpinan IAWP 2026 dari International Association of Women Police, sebuah organisasi kepolisian perempuan tingkat global.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya yang dinilai humanis, berintegritas, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan pelayanan publik yang kuat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Bagi sebagian orang, penghargaan ini mungkin sekadar pencapaian karier. Namun bagi banyak polisi wanita di Indonesia, capaian AKBP Heti menjadi simbol bahwa perempuan juga mampu berdiri di garis depan kepemimpinan kepolisian bahkan di wilayah dengan dinamika sosial dan keamanan yang tidak sederhana.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Terpilih Sebut Lampung Timur Jadi Kawasan Darurat Narkoba Setelah Mesuji

Saat ini, AKBP Heti menjabat sebagai Kapolres Lampung Timur, wilayah yang memiliki tantangan cukup kompleks, mulai dari persoalan kriminalitas, konflik sosial, hingga pelayanan masyarakat di kawasan yang luas.

Namun di balik seragam dan ketegasan seorang perwira polisi, AKBP Heti dikenal memiliki pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat. Ia dinilai tidak hanya menempatkan polisi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan publik.

Pendekatan inilah yang menjadi salah satu alasan IAWP memberikan penghargaan kepadanya.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Divisi Humas Polri, AKBP Heti dianggap berhasil menunjukkan kepemimpinan yang kuat namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

Presiden IAWP, Julia Jaeger, secara khusus memberikan apresiasi terhadap kinerja AKBP Heti.

Menurutnya, keberhasilan AKBP Heti bukan hanya terlihat dari kemampuan menghadapi tantangan operasional, tetapi juga dari komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.

BACA JUGA :  Seperti Apa Sosok Politisi Senior Golkar Azis Syamsuddin?

“Hasil kerjanya dalam lingkungan operasional yang kompleks, bersama dedikasinya dalam mengembangkan orang lain dan memajukan pendekatan kepolisian yang berpusat pada korban, menjadi inspirasi bagi perempuan dalam kepolisian di seluruh dunia,” ujar Jaeger.

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa penghargaan ini bukan hanya soal jabatan, melainkan tentang bagaimana kepemimpinan dijalankan dengan dampak nyata.

Salah satu pendekatan yang menonjol dari kepemimpinan AKBP Heti adalah konsep victim-centered policing atau kepolisian yang berorientasi pada korban.

Dalam pendekatan ini, korban tidak diperlakukan sekadar sebagai objek pemeriksaan, tetapi sebagai manusia yang harus dilindungi, didengar, dan dipulihkan rasa amannya.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap reformasi pelayanan kepolisian, pendekatan seperti ini dinilai semakin penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

BACA JUGA :  Teguh Parmbudie, Musisi inspirasi dari Tanggamus

Penghargaan Kepemimpinan IAWP 2026 rencananya akan diserahkan secara resmi dalam konferensi tahunan IAWP yang digelar di Bali pada 20 September 2026.

Momentum tersebut sekaligus menjadi panggung internasional yang memperlihatkan bahwa perempuan Indonesia memiliki peran strategis dalam dunia kepolisian global.

Capaian AKBP Heti Patmawati bukan hanya tentang penghargaan pribadi. Lebih dari itu, ia menjadi pesan bahwa kepemimpinan perempuan di institusi kepolisian bukan lagi sekadar pelengkap.

Dengan pendekatan yang tegas namun humanis, profesional namun dekat dengan masyarakat, AKBP Heti menunjukkan bahwa wajah kepolisian modern bisa dibangun melalui empati dan integritas.

Di tengah stigma kerasnya dunia kepolisian, langkahnya menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak selalu lahir dari suara paling keras tetapi dari kemampuan menghadirkan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat yang dipimpinnya.***