Scroll untuk baca artikel
Opini

Anies Mengusung Politik Ahlak Bukan Politik Identitas

×

Anies Mengusung Politik Ahlak Bukan Politik Identitas

Sebarkan artikel ini
Anies Baswedan
Anies Baswedan

Sebagai manusia hendaknya jangan melakukan intervensi apalagi sampai mengambil alih peran Tuhan Yang Maha Esa. Bahwasanya setiap jodoh, maut dan rezeki itu ranahnya Ilahi, diluar itu manusia boleh saja berkreasi dan melakukan improvisasi.

Jangan sampai memaksakan diri dan memaksakan kehendak pada orang lain. Tugasnya manusia yaitu tetap bertahan sekuat daya menjadi manusia, jangan merubah dirinya karena kepentingan apapun termasuk menjadi tidak manusiawi. Pentingnya memahami kekuasaan yang sejati dan hakiki itu hanya milik Allah Yang Maha Besar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Anies sepertinya menyadari, tanpa jabatan apapun, sesungguhnya ia telah menjadi pemimpin.

Setidaknya pemimpin bagi dirinya, bagi keluarganya dan mungkin yang lebih luas bagi komunitasnya, jika belum sampai pada kemampuan memimpin masyararakat, negara dan bahkan dunia.

Kesadaran dan keinsyafan itu, bukan hanya membuat Anies mampu berdiri tegak pada rasionalitas, moralitas dan spiritualitasnya semata.

BACA JUGA :  Memburu Tahta dan harta Seraya Mengubur Aqidah

Lebih dari itu, Anies berhasil menghadirkan Tuhan dalam setiap pikiran, ucapan dan tindakan keseharian hidupnya.

Nilai-nilai religi begitu kental menghiasi kejujuran, bersikap adil dan sebisanya mengangkat harkat hidup rakyat yang dhoif dan fakir.

Anies menjadikan kepemimpinan itu sebagai pertaruhan hubungan manusia dengan Ketuhanannya.

Ketaatan dan ketaqwaan itu selayaknya lebih dulu hadir saat manusa tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri maupun pada orang lain.

BACA JUGA :  Trans 7 VS Alumni Lirboyo: Siapa Berlebihan?

Dengan demikian segala motivasi dan tujuan kepemmpinannya, tidak lebih dan tidak bukan hanya karena dan untuk Sang Khalik.

Bukan karena uang, populeritas dan jabatan, bukan pula karena pencitraan dan perangai menghalalkan segala cara.

Anies sepertinya bersetia dan teguh dengan karakter pemimpin yang mengusung politik ahlak, bukan politik identitas.

Munjul-Cibubur, 29 Juni 2022.***