Formal Lampung Tengah

Arogansi Oknum Keamanan di PTPN VII kepada Wartawan di Lampung Tengah Tuai Kecaman

Wartawan bersama warga saat bertemu dengan pihak manajemen PTPN VII Lampung Tengah, untuk klarifikasi soal tuntutan warga di dua Kampung Padang Ratu terkait Keamanan perusahaan perkebunan yang dianggap meresahkan warga, foto diambil sebelum terjadi kekerasan, dan ancaman kepada wartawan, Senin (23/5/2022) - foto Sumantri
Wartawan bersama warga saat bertemu dengan pihak manajemen PTPN VII Lampung Tengah, untuk klarifikasi soal tuntutan warga di dua Kampung Padang Ratu terkait Keamanan perusahaan perkebunan yang dianggap meresahkan warga, foto diambil sebelum terjadi kekerasan, dan ancaman kepada wartawan, Senin (23/5/2022) - foto Sumantri

WAWAINEWS - Arogansi oknum keamanan di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Lampung Tengah mendapat kecaman dan diminta bertanggungjawab atas intimidasi, pemukulan dan ancaman terhadap wartawan pada Senin (23/5/2022).

"Perusahaan perkebunan itu (PTPN VII-ed) harus bertanggungjawab atas insiden ancaman, hingga pemukulan kepada wartawan, " tegas Firdaus JA Ketua Forum Media dan Lembaga (Formal) Lampung Tengah, Rabu (25/5/2022).

Dikatakan bahwa peristiwa itu terjadi di lokasi perkantoran PT Perkebunan Nusantara VII sendiri, dan oknum keamanan yang katanya dari kesatuan TNI AD telah melakukan intimidasi berupa ancaman hingga kekerasan dengan menendang wartawan.

Menurut Firdaus, apapun itu tidak dibenarkan intimidasi, pemukulan dengan cara menendang apalagi sampai ada nada ancaman dari oknum TNI dengan bahasa akan menghabisi.

"Pihak perusahaan harus bertanggung jawab, karena menurut saya, oknum keamanan melakukan arogansi di lingkungan PTPN VII yang telah membayarnya," ujar Firdaus.

Atas kejadian itu Firdaus mengaku akan mengambil langkah hukum karena pihak PT Perkebunan Nusantara VII menjadi provokator.

"Pihak perusahaan meminta menghapus berita, sementara saat akan diklarifikasi oleh wartawan kok malah dianiaya oleh oknum keamanan pihak perusahaan itu sendiri" bebernya geram.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Sumantri

Baca Juga