LAMPUNG TIMUR — Iduladha 1447 Hijriah menjadi momen istimewa bagi warga Desa Pugung Rahardjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Desa yang dikenal sebagai kawasan bersejarah itu mendadak ramai setelah menerima bantuan sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto dengan bobot nyaris satu ton.
Sapi jenis Cross Belgian Blue berbobot 965 kilogram tersebut resmi diserahkan oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah di Masjid Baiturrahman Pugung Raharjo, pada Selasa (26/5/2026).
Kehadiran sapi “jumbo” itu langsung menjadi pusat perhatian warga Pugung Rahardjo. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berbondong-bondong datang hanya untuk melihat lebih dekat sapi berbadan besar dengan otot menonjol khas Belgian Blue.
Suasana desa pun mendadak semarak. Di tengah rutinitas masyarakat pedesaan yang biasanya tenang, sapi bantuan presiden itu berubah menjadi “selebritas dadakan” yang ramai difoto warga menggunakan telepon genggam.
“Ini sapi apa tank hidup,” celetuk salah satu warga sambil tertawa melihat ukuran sapi yang tak biasa.
Bagi masyarakat Desa Pugung Rahardjo, bantuan sapi kurban Presiden bukan sekadar hewan kurban biasa. Warga merasa bangga karena desa mereka menjadi salah satu titik penyaluran bantuan kemasyarakatan Presiden RI pada Iduladha tahun ini.
Apalagi Pugung Rahardjo selama ini dikenal sebagai desa bersejarah di Lampung Timur yang memiliki situs purbakala dan budaya masyarakat yang masih kuat.
Kini, desa tersebut kembali menjadi perhatian, bukan karena situs sejarahnya, melainkan karena kehadiran sapi kurban hampir satu ton yang membuat suasana Iduladha terasa lebih meriah.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian kepada masyarakat Lampung Timur, khususnya warga Desa Pugung Rahardjo.
“Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan kemasyarakatan sapi kurban ini,” ujar Ela.
Menurutnya, Iduladha bukan hanya soal penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur Dwi Giyarti serta Camat Sekampung Udik Putu Ardhiana.
Meski ukuran sapi menjadi perhatian utama warga, makna kurban tetap menjadi inti dari perayaan Iduladha.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan, bantuan hewan kurban dinilai membawa manfaat besar bagi warga yang menerima daging kurban.
Namun tetap saja, sapi berbobot hampir satu ton sulit untuk tidak menjadi bahan pembicaraan.
Di desa-desa, sapi kurban memang punya “status sosial” tersendiri setiap Iduladha. Semakin besar ukurannya, semakin ramai warga berkumpul.
Dan tahun ini, Desa Pugung Rahardjo tampaknya sukses menjadi salah satu pusat perhatian Iduladha di Lampung Timur bukan karena panggung hiburan, melainkan karena seekor sapi raksasa dari Istana.***













