Sementara kondisi cuaca secara umum terpantau cerah dengan pola angin yang relatif konsisten dari Timur menuju Barat. Tidak ditemukan indikasi fenomena cuaca ekstrem lokal yang secara langsung dapat menjelaskan suara dentuman tersebut.
Dengan demikian, hingga saat ini BMKG belum menetapkan satu sumber pasti dari fenomena tersebut.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu kemungkinan yang diperiksa, terlebih terdapat aktivitas erupsi dan peningkatan petir di sekitar gunung api. Namun, faktor jarak, kondisi atmosfer, dan arah angin menjadi pertimbangan penting sebelum hubungan tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah.
Stasiun Geofisika Bandung masih melanjutkan pemantauan terhadap sejumlah parameter, mulai dari aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, hingga kondisi atmosfer.
Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai sumber suara dentuman yang membuat masyarakat Bandung Raya bertanya-tanya.
BMKG mengimbau masyarakat tidak langsung mengaitkan fenomena tersebut dengan berbagai informasi spekulatif yang beredar.
Masyarakat diminta tetap tenang dan memperoleh perkembangan informasi dari kanal resmi BMKG.
Untuk sementara, aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi salah satu sorotan dalam penyelidikan BMKG. Namun, secara ilmiah, belum ada kesimpulan bahwa letusan atau aktivitas GAK merupakan sumber dentuman yang terdengar di Bandung Raya.***










