Scroll untuk baca artikel
Megapolitan

Presiden KSPI : Harusnya Kepala Daerah Mengikuti Langkah Gubernur DKI

×

Presiden KSPI : Harusnya Kepala Daerah Mengikuti Langkah Gubernur DKI

Sebarkan artikel ini

WAWAINEWS – Buruh meminta para kepala daerah mengikuti langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merevisi upah minimum provinsi (UMP) di ibu kota negara.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kepala daerah merevisi kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya tak mempersoalkan UMP di luar DKI Jakarta.

BACA JUGA :  Tanggul Beton di Luat Cilincing Menjadi Sorotan, Disebut Bikin Susah Nelayan

KSPI menitik beratkan kepada UMK agar direvisi oleh Gubernur di masing-masing provinsi.

“Kami meminta sekali lagi atas nama hukum harus diatas politik maka seluruh Gubernur di wilayah Republik Indonesia merevisi nilai UMK/Upah Minimum Kabupaten Kota,”ungkapnya.

“Apa bentuk revisi SK Gubernur-Gubernur tentang UMK tersebut? kembalikan kepada rekomendasi para Bupati/Walikota yang sudah disampaikan ke para Gubernur,” sambung dia dalam konferensi pers virtual, Sabtu (18/12/2021).

BACA JUGA :  Membludak, Pengunjung Tanah Abang Capai 100 Ribu

Said Iqbal mencontohkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar berani meletakkan hukum di atas kepentingan politik, dimana Bupati Karawang sudah merekomendasikan UMK Karawang sebesar 6,7% di 2022. Lalu Bupati Kabupaten Bekasi dan Walikota Kota Bekasi sudah memberikan rekomendasi UMK sekitar 5%.

“Kami minta Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur harus menaikkan UMK sesuai rekomendasi sebelumnya dari Bupati/Walikota di masing-masing provinsi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Lowongan PPSU DKI Jakarta 2025 Dibuka, Tersedia di 239 Kelurahan, Ayo Daftar

Dia mengapresiasi Anies yang dianggap telah meletakkan hukum di atas kepentingan politik. Menurutnya itu sebuah keberanian yang patut diapresiasi.

“Apa yang dilakukan Gubernur Anies adalah contoh tidak mengatasnamakan kekuasaan di atas kepentingan rakyat,” tambah Said. (*)