Pungli untuk PTSL Terjadi di Kampung Putra Lempuyang Lampung Tengah

ilustrasi PTSL

“Kalau masyarakat mau buat sertifikat tidak usah tanya kuitansi. Kalo minta bukti kuitansi mendingan gak usah ikut aja,” ucapnya meniru ucapan Kadus lagi.

Saat dihubungi, Eko membenarkan bahwa terdapat 63 warga dusun nya yang telah mendaftar pembuatan sertifikat.

“Jadi gini mas, kalau yang belum punya alas hak biaya nya Rp 1.450.000 dan kalo sudah punya alas hak, hanya membayar satu juta. Rata-rata warga membayar separuh dari nilai yang ditentukan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya (3/7/2022).

Eko mengaku tidak mengetahui adanya program PTSL ditahun ini, karena saat itu dirinya diperintah dari atasan (kakam) untuk mendata dan meminta uang pendaftaran.

“Saya tidak tahu, dapet program atau tidaknya ditahun ini. Karena saya cuma diminta untuk mendata dan mengumpulkan uang. Setelah itu, uang yang terkumpul saya serahkan ke pak Carik (Sekretaris Kampung). Itupun saya dibayar perbidang 70 ribu, sebagai uang lelah,” akunya sambil menyarankan untuk menanyakan kepada mantan kakam.

Sementara saat dihubungi melalui telepon selulernya, mantan kakam Putra Lempuyang Sungkono membenarkan terkait adanya penarikan uang pembuatan sertifikat.

“Waktu itu kita koordinasi dengan bang Reza BPN anak buahnya Pak Pa’i bahwa program itu sudah bisa dijalankan. Nah, Setelah dibuka pendaftaran baru mendapatkan kurang lebih 200 pendaftar sudah muncul permasalahan,” ujar Sungkono.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Sumantri
Sumber: R24

Baca Juga