Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Viral Dulu Baru Dibangun! Sekolah Nyaris Roboh di Tanggamus Akhirnya Kodim Turun Tangan

×

Viral Dulu Baru Dibangun! Sekolah Nyaris Roboh di Tanggamus Akhirnya Kodim Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
kondisi SDN 1 Tanjung Raja, Cukuh Balak, Tanggamus, Lampung - foto Sumantri

TANGGAMUS — Di negeri yang gemar menggaungkan pemerataan pendidikan, sebuah ironi lama akhirnya “naik panggung” setelah viral. Kelas jauh dari SDN 1 Tanjung Raja di Pedukuhan Batu Nyangka, Kecamatan Cukuh Balak, yang selama puluhan tahun lebih mirip bangunan menunggu ambruk ketimbang ruang belajar, kini mendadak ramai diperbincangkan, dan seperti biasa, bantuan pun berdatangan.

Setelah jadi pergunjingan publik, Komando Distrik Militer (Kodim) 0424/Tanggamus bergerak cepat. Dandim Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono memerintahkan jajarannya turun langsung ke lokasi pada Rabu (06/05/2026). Agenda mereka jelas, cek kondisi riil dan siapkan langkah konkret.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Kami sudah menerima laporan dan langsung menindaklanjuti. Kodim 0424/Tanggamus bersama Satgas TMMD siap membantu pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB),” tegas Dandim.

BACA JUGA :  Terjadi Penambahan Kasus Baru, Konfirmasi Covid-19 di Tanggamus Tembus 556

Langkah sigap ini terasa seperti angin segar sekaligus sindiran halus bagi pihak-pihak yang selama ini seharusnya berada di barisan terdepan. Sebab faktanya, bangunan sekolah tersebut telah berdiri lebih dari 22 tahun tanpa sentuhan perbaikan berarti. Dua dekade lebih waktu yang cukup untuk melahirkan satu generasi, namun belum cukup untuk menghadirkan ruang kelas yang layak.

Akses menuju sekolah pun bukan perkara sepele. Jalan setapak sempit di bibir jurang menjadi “gerbang pendidikan” bagi siswa dan guru. Saat musim hujan, jalur ini berubah dari sekadar sulit menjadi berisiko. Belajar di sana bukan hanya soal membaca dan berhitung, tapi juga soal bertaruh dengan medan.

BACA JUGA :  SMK Swasta di Tanggamus Tahan Buku Rekening PIP, Alasannya Bikin Geleng-geleng

Meski begitu, semangat tak ikut lapuk. Para guru tetap mengajar, siswa tetap datang. Di tengah dinding papan yang keropos dan atap seng berkarat, kegiatan belajar mengajar terus berlangsung sebuah keteguhan yang kontras dengan minimnya perhatian.

Kodim memastikan pembangunan tak akan berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparatur pekon, dan masyarakat akan digalang untuk mempercepat realisasi. Satgas TMMD pun disiapkan turun langsung, bukan sekadar meninjau.

Di sisi lain, harapan warga menguat meski terselip nada “akhirnya juga”. Kepala Dusun Batu Nyangka, Joni, mengungkapkan rasa terima kasih atas respons yang kini datang.

“Sekolah ini awalnya dibangun swadaya masyarakat, lalu kami hibahkan ke pemerintah. Kami berharap pembangunan RKB ini benar-benar terwujud, demi masa depan anak-anak kami,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pekon Tanjung Agung, Siap Kembangkan Potensi Wisata

Kisah Batu Nyangka sejatinya bukan sekadar cerita tentang bangunan rusak. Ini adalah potret klasik, fasilitas publik yang lama diabaikan, lalu tiba-tiba “diprioritaskan” setelah viral. Seolah-olah, standar kelayakan kini bukan lagi kebutuhan, melainkan seberapa ramai diperbincangkan.

Di balik angka-angka pembangunan yang sering dipamerkan, masih ada ruang kelas yang nyaris roboh dan masa depan yang ikut terancam runtuh jika terus dibiarkan. Bedanya, kali ini kamera sudah lebih dulu datang. Dan seperti kita tahu, di era sekarang, sorotan sering kali lebih ampuh daripada laporan. ***