Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Rupiah Tersungkur, IHSG Terjungkal! Senin Kelabu Bikin Investor Garuk-Garuk Kepala, Dolar Makin Perkasa

×

Rupiah Tersungkur, IHSG Terjungkal! Senin Kelabu Bikin Investor Garuk-Garuk Kepala, Dolar Makin Perkasa

Sebarkan artikel ini
foto ilustrasi

JAKARTA Awal pekan kembali menjadi mimpi buruk bagi rupiah. Mata uang Garuda tampaknya masih belum menemukan jalan pulang dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS) yang kian perkasa.

Pada perdagangan Senin (8/6/2026) pagi, rupiah kembali dibuat tak berdaya. Nilai tukar mata uang Indonesia ini melemah 71 poin atau 0,39 persen ke level Rp18.107 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp18.036 per dolar AS.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kondisi ini membuat pasar seolah bertanya-tanya, apakah rupiah sedang berolahraga ekstrem atau memang sedang hobi menguji kesabaran pelaku pasar?

BACA JUGA :  AS Datang Bawa Investasi, Indonesia Siapkan Karpet Merah: Diplomasi Dolar Mulai Mendarat di Jakarta

Tak hanya rupiah yang terkapar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut terseret arus pesimisme. Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan dengan wajah muram setelah IHSG anjlok 108,46 poin atau 1,94 persen ke level 5.486,31.

Sementara itu, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga tak luput dari badai. Indeks ini terkoreksi 12,06 poin atau 2,16 persen, sehingga parkir di posisi 545,69.

Dolar Makin Gagah, Pasar Domestik Makin Gelisah

Penguatan dolar AS yang terus berlanjut menjadi salah satu faktor utama yang menekan aset-aset domestik. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor cenderung mencari “tempat berlindung” yang dianggap lebih aman, dan dolar kembali menjadi primadona.

BACA JUGA :  Transformasi Digital Perbankan, Jadi Solusi Tak Terjerat Praktik Pinjol Ilegal

Akibatnya, rupiah seperti petinju yang terus menerima pukulan beruntun, sementara pasar saham domestik ikut limbung karena derasnya aksi jual.

Pelemahan rupiah yang sudah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS bukan lagi sekadar angka di layar perdagangan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya impor, menambah tekanan inflasi, hingga menggerus daya beli masyarakat jika berlangsung dalam jangka panjang.

BACA JUGA :  Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.000, Pasar Saham RI Ikut Babak Belur Diguncang MSCI!

Di sisi lain, anjloknya IHSG menjadi sinyal bahwa kepercayaan pasar sedang menghadapi ujian berat. Investor kini menanti langkah strategis pemerintah dan otoritas moneter untuk meredam gejolak yang semakin terasa.

Jika biasanya Senin identik dengan semangat memulai aktivitas, pasar keuangan Indonesia justru membuka pekan dengan suasana sebaliknya. Rupiah melemah, IHSG terperosok, LQ45 ikut tergelincir.

Bagi investor, kopi pagi mungkin belum cukup pahit. Pasalnya, angka-angka di layar perdagangan hari ini tampaknya jauh lebih pahit daripada secangkir espresso tanpa gula.***