LAMPUNG TENGAH – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghantui Kabupaten Lampung Tengah seiring terdeteksinya tiga titik panas (hotspot) di wilayah tersebut. Menghadapi kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Tengah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana selama puncak musim kemarau 2026.
Kewaspadaan tersebut diperkuat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mendeteksi 17 titik panas yang tersebar di lima kabupaten berdasarkan hasil analisis pada Sabtu (11/7/2026).
Sebagaimana dilansir Wawai News, prakirawan BMKG Lampung, Helena, mengatakan tiga hotspot di Lampung Tengah berada di Kecamatan Bandar Mataram sebanyak dua titik dan Kecamatan Terusan Nunyai satu titik.
“Berdasarkan analisis terbaru terdapat 17 titik hotspot yang tersebar di lima wilayah kabupaten,” ujarnya.
Kabupaten Way Kanan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni tujuh titik yang tersebar di Kecamatan Negara Batin, Negeri Besar, Pakuan Ratu, dan Blambangan Umpu.
Sementara itu, Lampung Barat terdeteksi memiliki tiga titik panas, terdiri atas dua titik di Kecamatan Bandar Negeri Suoh dan satu titik di Kecamatan Suoh.
Hotspot lainnya ditemukan di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara sebanyak dua titik, Kecamatan Sungkai Utara satu titik, serta Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat satu titik.
Mengacu pada data historis kejadian karhutla di Provinsi Lampung, BMKG menetapkan sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, yakni Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Lampung Tengah.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Lampung Tengah memperkuat langkah antisipasi dengan meningkatkan pemantauan wilayah rawan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum meluas.
Meski musim kemarau telah berlangsung, BMKG menyebut hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal masih berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari di sejumlah wilayah, seperti Pesisir Barat, Tanggamus, Bandar Lampung, Lampung Barat, dan Pringsewu. Namun kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menghilangkan risiko terjadinya karhutla selama puncak musim kemarau. ***












