Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Usai Menyantap Makan Bergizi Gratis, Delapan Siswa SMP di Tanggamus Tumbang, Tiga Masih Jalani Perawatan

×

Usai Menyantap Makan Bergizi Gratis, Delapan Siswa SMP di Tanggamus Tumbang, Tiga Masih Jalani Perawatan

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

TANGGAMUS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi ikhtiar negara menghadirkan generasi sehat, mendadak berubah menjadi momen yang menegangkan di SMP Negeri 1 Talang Padang, Kabupaten Tanggamus.

Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, suasana belajar yang biasanya dipenuhi canda para siswa mendadak berubah. Beberapa pelajar dilaporkan mengeluhkan kondisi tubuhnya tidak lama setelah menyantap makanan yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Betung.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Total delapan siswa mengalami gangguan kesehatan. Pihak sekolah bergerak cepat dengan membawa mereka ke Puskesmas Talang Padang agar segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Beruntung, sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Namun hingga Kamis (23/7/2026) pagi, tiga siswa masih menjalani perawatan dan observasi oleh tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Viktor Libradi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pemerintah daerah kini tengah menunggu hasil pemeriksaan medis sekaligus penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa.

BACA JUGA :  Keracunan MBG: Desentralisasi Layanan & Koperasi Siswa

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para pelajar, sehingga dapat diketahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan dalam program MBG atau dipicu faktor lain.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari banyaknya porsi yang tersalurkan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap makanan yang diterima anak-anak aman, higienis, dan layak dikonsumsi.

BACA JUGA :  Durian di Luar Musim, Rezeki Tak Terduga dari Kota Agung

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun kesimpulan medis terkait penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Pemerintah dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memperoleh kepastian.***