Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Tiga Hari Nasional Diperingati, Pemkab Tanggamus Janji Bangun Laut, Koperasi dan Anak, Publik Kini Menanti Bukti

×

Tiga Hari Nasional Diperingati, Pemkab Tanggamus Janji Bangun Laut, Koperasi dan Anak, Publik Kini Menanti Bukti

Sebarkan artikel ini
Foto: Pemkab Tanggamus juga memberikan penghargaan Adiwiyata kepada enam sekolah sebagai bentuk apresiasi atas komitmen menjaga lingkungan

TANGGAMUS – Tiga peringatan nasional dalam satu upacara dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk menegaskan sederet komitmen besar. Mulai dari pembangunan sektor kelautan, penguatan koperasi, hingga perlindungan anak, seluruhnya disampaikan dalam apel di Lapangan Pemkab Tanggamus, Senin (27/7/2026). Namun, di balik deretan janji tersebut, masyarakat tentu berharap komitmen itu tidak berhenti sebagai rangkaian pidato seremonial.

Upacara dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto yang membacakan amanat Bupati Tanggamus Drs. Moh. Saleh Asnawi, di hadapan pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, serta ASN di lingkungan Pemkab Tanggamus.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam amanatnya, pemerintah menegaskan sektor kelautan dan perikanan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Berbagai program kembali dipaparkan, mulai dari pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan, bantuan sarana perikanan, hingga pelestarian mangrove dan terumbu karang.

BACA JUGA :  Anggaran Publikasi Media di Tanggamus Anjlok, Dua Dinas Saling Lempar Bola

Komitmen tersebut tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat pesisir. Namun tantangan yang sesungguhnya berada di lapangan. Nelayan masih menghadapi persoalan klasik seperti harga hasil tangkapan yang fluktuatif, biaya operasional yang tinggi, hingga keterbatasan infrastruktur pendukung.

Publik kini menunggu sejauh mana program-program itu benar-benar menyentuh kehidupan mereka, bukan sekadar menjadi daftar panjang dalam dokumen pemerintahan.

Momentum Hari Koperasi Indonesia juga dimanfaatkan untuk mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah optimistis koperasi akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, sekaligus memperkuat pemasaran produk lokal.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi DAK Rp 64,8 Miliar Infrastruktur Pendidikan di Tanggamus Menguar

Harapan itu memang besar. Namun pengalaman selama ini menunjukkan tidak sedikit koperasi yang hanya aktif di atas kertas. KDKMP dituntut membuktikan diri sebagai motor penggerak ekonomi desa, bukan sekadar menambah papan nama baru tanpa aktivitas nyata.

Di sisi lain, peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap generasi muda kini tidak hanya datang dari persoalan ekonomi, tetapi juga derasnya arus digital. Pemerintah mengajak orang tua dan guru lebih aktif mendampingi anak dalam menggunakan gawai agar tidak terjebak dampak negatif media digital terhadap kesehatan mental maupun pembentukan karakter.

Pesan tersebut relevan di tengah meningkatnya penggunaan telepon pintar di kalangan anak-anak. Namun, membatasi layar tanpa menyediakan ruang bermain, fasilitas pendidikan, dan lingkungan yang aman tentu bukan solusi yang utuh. Perhatian terhadap anak membutuhkan kebijakan yang nyata, bukan sekadar slogan “Generasi Emas”.

BACA JUGA :  Berbelit, Dua Saksi Penganiyaan Wartawan di Tanggamus Diduga Beri Keterangan Palsu di Persidangan

Pada kesempatan itu, Pemkab Tanggamus juga memberikan penghargaan Adiwiyata kepada enam sekolah sebagai bentuk apresiasi atas komitmen menjaga lingkungan.

Selain itu, empat sekolah mendapat dukungan untuk mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat nasional, yakni SD Negeri 1 Way Jaha, SD Fransiskus Gisting, SMP Negeri 1 Sumberejo, dan SMP Negeri 1 Gisting.

Peringatan tiga hari nasional ini menghadirkan banyak harapan sekaligus pekerjaan rumah. Janji membangun laut, menguatkan koperasi, dan mencetak generasi emas akan mendapat kepercayaan publik apabila diikuti realisasi yang terukur, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebab, yang paling dinanti warga bukan lagi banyaknya seremoni, melainkan bukti nyata di lapangan. ***