TANGGAMUS – Bel berbunyi menjelang siang di SMP Negeri 1 Talang Padang, Rabu (22/7/2026). Seperti hari-hari sebelumnya, para siswa membuka kotak makan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak ada yang menyangka, beberapa jam kemudian, sebagian dari mereka justru harus berbaring di ranjang puskesmas sambil menahan mual dan muntah.
Makan siang yang seharusnya menjadi bekal energi untuk mengikuti pelajaran berubah menjadi awal kepanikan.
Satu per satu siswa mulai mengeluhkan tubuhnya tidak nyaman. Ada yang merasa mual, ada yang muntah, bahkan beberapa harus segera dibawa ke UPT Puskesmas Talang Padang. Kabar itu menyebar cepat. Telepon para orang tua berdering, grup WhatsApp sekolah ramai, dan kecemasan pun tak terhindarkan.
Bagi seorang ibu atau ayah, menerima kabar anaknya dibawa ke puskesmas setelah makan di sekolah tentu bukan sesuatu yang mudah. Program yang mereka percaya mampu memenuhi kebutuhan gizi anak justru membuat mereka cemas menunggu kabar kondisi buah hati.
Hingga Kamis (23/7/2026), jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan tercatat mencapai 23 orang. Sebagian besar hanya mengalami gejala ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat pengobatan. Sementara satu siswa masih menjalani perawatan di bawah pengawasan tenaga medis.
Di balik angka-angka itu, ada puluhan keluarga yang sempat dihantui rasa khawatir.
Dari hasil penelusuran awal, menu ayam saus mentega yang disajikan dalam Program MBG diduga menjadi penyebab munculnya keluhan tersebut.
Namun dugaan tetaplah dugaan.
Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Dugaan sementara itu penyebab keracunan. Tapi untuk kepastiannya, kita tetap menunggu hasil uji laboratorium.”
Sebagai bentuk kehati-hatian, operasional SPPG Sinar Betung yang memasok makanan ke sekolah tersebut langsung dihentikan sementara.
Keputusan ini menjadi langkah penting agar tidak ada risiko serupa selama proses investigasi berlangsung.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko bersama Dinas Kesehatan turun langsung ke Puskesmas Talang Padang untuk memastikan seluruh siswa memperoleh penanganan medis.
Sampel makanan yang dikonsumsi siswa telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung. Tidak hanya makanan, sampel muntahan siswa juga diperiksa guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Pemerintah daerah juga membuka pos kesehatan di sekolah agar siswa yang masih merasakan keluhan dapat segera ditangani.***













