LAMPUNG TIMUR — Program Makan Bergizi (MBG) di Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur, tengah disorot. Pasalnya dapur tersebut tak sesuai dengan nama daerahnya Tanjung Wangi, tapi limbah dapur SPPG di daerah itu bikin lingkungan mual karena bau menyengat.
Bukan karena makanannya, tetapi bau menyengat dan dugaan persoalan limbah dari dapur MBG yang dikeluhkan warga sekitar.
Keluhan tersebut membuat Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPI Waway Karya, Muhammad Khairudin, berencana turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi dapur dan sistem pengelolaan limbah.
Khairudin mengatakan, pemeriksaan akan mencakup kondisi saluran pembuangan, keberadaan dan fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta dokumen lingkungan yang dimiliki pengelola.
“Kami akan turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisinya, termasuk persoalan limbah dan IPAL-nya,” ujar Khairudin kepada Wawai News Rabu (16/9).
Keluhan warga tidak bisa dianggap sepele. Bau menyengat yang diduga berasal dari area pembuangan limbah disebut mengganggu aktivitas warga, bahkan menimbulkan rasa mual.
Kini persoalannya bukan lagi sekadar “bau atau tidak bau”, melainkan apakah pengelolaan limbah dapur sudah sesuai ketentuan atau justru berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Khairudin mengakui belum mengetahui secara lengkap kondisi IPAL maupun status dokumen lingkungan Dapur MBG Tanjung Wangi. Karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui fakta di lapangan.
Jika ditemukan persoalan pada sistem pengelolaan atau pembuangan limbah, pengelola perlu melakukan perbaikan dan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.
Sebaliknya, apabila seluruh sistem dinyatakan memenuhi ketentuan, hasil pemeriksaan dapat menjadi jawaban bagi masyarakat yang selama ini mengeluhkan bau.***













