LAMPUNG TIMUR — Tabir misteri kematian Nasir (22), warga Desa Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, perlahan memasuki babak baru.
Jika sebelumnya keluarga mengungkap dugaan intimidasi yang terjadi dua hari sebelum Nasir meninggal dunia, kini muncul fakta lain yang tak kalah penting: kedua orang tua Nasir disebut menyaksikan langsung peristiwa tersebut dan hingga kini mengalami trauma berat.
Peristiwa itu disebut terjadi di rumah keluarga pada 17 Agustus 2026. Dua hari kemudian, 19 Agustus 2026, Nasir meninggal dunia.
Rentang waktu dua hari inilah yang kini menjadi salah satu bagian penting yang ingin ditelusuri keluarga melalui jalur hukum.
Bukan untuk menuduh.
Bukan pula untuk menentukan siapa yang bersalah.
Tetapi untuk memastikan apakah seluruh rangkaian kejadian sebelum kematian Nasir telah diperiksa secara utuh.
Perwakilan keluarga, Jeni, mengatakan kondisi psikologis kedua orang tua Nasir masih terguncang ketika mengingat kejadian yang mereka saksikan sendiri.
“Orang tua almarhum masih mengalami tekanan dan trauma ketika mengingat kejadian tersebut. Mereka menyaksikan sendiri saat Nasir didatangi dan diperlakukan seperti itu di depan mereka,” kata Jeni kepada Wawai News, Selasa (8/9/2026) malam.
Orang Tua Bukan Sekadar Mendengar Cerita
Keterangan ini memberikan dimensi baru dalam kasus yang sebelumnya telah diberitakan Wawai News.
Kedua orang tua Nasir disebut bukan mendapatkan informasi dari cerita orang lain. Mereka berada di rumah ketika DN dan IS datang menemui Nasir.
Kedatangan dua pria tersebut, berdasarkan keterangan keluarga, berkaitan dengan persoalan utang sekitar Rp3,5 juta.
Namun keluarga kemudian mempersoalkan cara penagihan yang disebut tidak sekadar membicarakan kewajiban pembayaran.
Dalam keterangan sebelumnya, keluarga menyebut salah seorang dari DN dan IS diduga menjambak rambut Nasir di hadapan kedua orang tuanya.
Keluarga juga mengaku mendengar ucapan bernada ancaman dalam peristiwa tersebut.
Semua keterangan itu masih merupakan versi keluarga dan belum menjadi kesimpulan hukum.
Justru karena itu, keluarga menginginkan peristiwa tersebut diperiksa secara objektif.
Jika benar terjadi tindakan sebagaimana yang disebutkan, keluarga berharap aparat dapat mengungkapnya berdasarkan bukti dan keterangan saksi.
Jika tidak, keluarga juga menyerahkan pembuktiannya kepada proses hukum.
Keluarga juga menyebut Nasir sempat menceritakan persoalan yang dihadapinya kepada seorang rekannya.
Dari keterangan yang diterima keluarga, Nasir disebut berada dalam kondisi tertekan dan mengaku tidak tahan menghadapi persoalan yang sedang dialaminya.
Keterangan tersebut menjadi salah satu alasan keluarga berharap orang-orang yang mengetahui kondisi Nasir sebelum kematiannya dapat dimintai keterangan apabila proses hukum nantinya berjalan.
Namun, menurut keluarga, kewajiban tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi atau mekanisme hukum yang tersedia.
Persoalan utang dan cara menagih utang merupakan dua hal yang berbeda.
Karena itu, keluarga tidak mempermasalahkan hak seseorang untuk menagih kewajiban, tetapi mempertanyakan dugaan tindakan yang disebut terjadi ketika penagihan dilakukan.
Apakah benar terjadi tindakan fisik?
Apakah benar ada ucapan bernada ancaman?
Siapa yang berada di lokasi?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Semua itu membutuhkan pembuktian.
Dan pembuktian bukan pekerjaan keluarga, bukan pula pekerjaan ruang komentar media sosial.
Pembuktian adalah wilayah aparat penegak hukum melalui proses yang sah.
Laporan Polisi Ditunda
Sebelumnya, keluarga berencana mendatangi Polres Lampung Timur untuk membuat laporan terkait dugaan intimidasi, tindakan fisik dan persekusi yang disebut terjadi dua hari sebelum Nasir meninggal.
Namun rencana tersebut untuk sementara ditunda.
Alasannya bukan karena keluarga menganggap persoalan telah selesai.
Kondisi kedua orang tua Nasir menjadi pertimbangan utama.
Jeni mengatakan keluarga tidak ingin memaksakan proses pelaporan ketika orang tua Nasir masih berada dalam kondisi psikologis yang belum stabil.
“Kami tunda dulu pelaporannya sampai keluarga lebih siap. Yang paling penting sekarang pemulihan orang tua almarhum dan mempersiapkan berkas-berkas yang akan mendampingi kami dalam membuat laporan,” ujar Jeni.
Keluarga kini mengumpulkan dokumen, informasi dan keterangan yang dianggap berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Langkah itu dilakukan agar ketika laporan benar-benar disampaikan, keluarga memiliki bahan yang lebih lengkap untuk diserahkan kepada aparat.
Trauma Orang Tua Menjadi Bagian Penting
Di tengah seluruh pertanyaan hukum tersebut, ada persoalan kemanusiaan yang tidak boleh hilang dari perhatian.
Kedua orang tua Nasir kehilangan anak mereka.













