Scroll untuk baca artikel
Nasional

PBNU Lagi “Mode Darurat”: Semua Kendali Berada di Tangan Rais Aam, Gus Yahya Dicopot

×

PBNU Lagi “Mode Darurat”: Semua Kendali Berada di Tangan Rais Aam, Gus Yahya Dicopot

Sebarkan artikel ini
Ngopi Bareng Gus Yahya di arena Muktamar ke-34 NU di Lampung, Selasa (21/12/2021)
Gus Yahya - foto doc

JAKARTA – Katib Syuriyah PBNU, K.H. Sarmidi Husna, akhirnya buka suara soal gonjang-ganjing pencopotan Gus Yahya dari kursi Ketua Umum PBNU.

Dengan nada tenang tapi tegas mirip pengumuman kepala sekolah pasca tawuran antar kelas Sarmidi menegaskan bahwa seluruh remote control PBNU saat ini sementara berada di tangan Rais Aam sebagai pimpinan tertinggi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Selama kursi Ketua Umum kosong, ya otomatis komandonya di Rais Aam. Tunggu sampai ditetapkan Pj Ketua Umum,” kata Sarmidi dalam konferensi pers, Kamis (27/11/2025). Terjemahan bebasnya: jangan rebutan kursi dulu, belum waktunya.

Sarmidi juga mengimbau agar setiap bentuk keberatan tidak diumbar ke publik. Tidak perlu drama di media sosial, tidak perlu menggelar thread 14 halaman ala perang fandom. Semua sudah ada kanal resminya: Majelis Tahkim.

BACA JUGA :  Gus Yahya Akui ke Lokasi Muktamar ke-34 NU di Lampung dengan Privat Jet

“Kalau ada keberatan, ya salurkan ke Majelis Tahkim. Aturannya jelas, sudah ada dalam Peraturan Perkumpulan NU Nomor 14 Tahun 2025,” tegasnya. Bahwa kadang warga NU lebih cepat membuat poster klarifikasi ketimbang membaca peraturan, itu masalah lain.

Soal Surat Edaran PBNU Nomor 4785 yang sempat beredar dengan watermark “draft”, Sarmidi menegaskan substansinya tetap sah. Kekeliruan teknis itu disebabkan oleh hambatan di sistem Digdaya alias teknologi yang kadang lebih sakti bikin bingung daripada membantu.

BACA JUGA :  Panen Lobster di Batam: Gibran Pamer Ekonomi Biru, KKP Janji Indonesia Jadi ‘Raja Lobster Dunia’!

“Yang beredar memang versi yang masih ada tulisan ‘draft’-nya. Tapi substansinya sah kok,” ujar Sarmidi.
Dalam bahasa rakyat: yang typo sistemnya, bukan keputusannya.

Ia kembali menegaskan bahwa sampai penunjukan Pj Ketum dilakukan, Rais Aam memegang seluruh kewenangan. Titik.

Dan untuk kedua kalinya, Sarmidi mengulangi pesan inti, jangan ribut di luar. Semua sudah ada tempatnya. Kalau tetap ribut? Ya namanya juga manusia tapi itu bukan alasan.***