YPPKM Sebut Pertemuan PT AUTJ dengan DPRD Tanggamus Hanya Obrolan ‘Kedai Kopi’

PT AUTJ milik BUMD Tanggamus
PT AUTJ milik BUMD Tanggamus

WAWAINEWS - Ketua Yayasan Penelitian Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (YPPKM) Adi Putra Amril Darusamin, menilai pertemuan antara Direktur PT Aneka Usaha Tanggamus Jaya (AUTJ) dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus Kurnain sia-sia, bentuk obrolan kedai kopi.

Pasalnya PT.AUTJ dalam hearing resmi tersebut hadir dengan tangan kosong tanpa membawa data apapun sebagai laporan tertulis tentang keuangan dan capaian kerja yang telah dilakukanan khususnya cash flow perusahaan.

Imran Saleh selaku direktur PT AUTJ datang hanya menyampaikan laporan secara verbal, tanpa disertai data tertulis.

"Sikap Direktur PT AUTJ saat bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Tanggamus kemarin, bentuk tidak menghargai lembaga terhormat wakil rakyat yakni DPRD dengan sikap yang tidak profesional sebagai dirut BUMD,"ungkap Adi Putra Amril melalui rilis resminya, Sabtu (15/1/2022).

Pertemuan resmi dengan Direktur PT AUTJ tersebut hanya obrolan 'kedai kopi', tegasnya setelah mendengar penjelasan dari hasil hearing antara pimpinan DPRD dengan PT. AUTJ.

"Bagi saya itu merupakan obrolan atau pertemuan yang sia-sia seperti obrolan di warung kopi,"tegas Adi Putra Amril.

Diketahui Jumat 14 Januari 2022 Wakil Ketua DPRD Tanggamus mengundang rapat koordinasi dengan Direktur PT AUTJ Imron Saleh terkait komplikasi yang terjadi seperti kekosongan BBM di SPBU milik BUMD dan terkait usaha yang dijalankan.

Menurut Adi Putra Amril, saat ini PT.AUTJ diambang kehancuran karena manajemen yang buruk. Hal tersebut Melihat dari kasus yang terjadi ditubuh badan usaha milik daerah tersebut.

"Saya melihat dan menganalisa bahwa terjadi kebobrokan dalam manajemen PT AUTJ. Dengan  unit usaha yang sebenarnya sangat bagus dan bisa dibilang sangat sedikit sekali potensi mengalami kerugian apabila benar-benar dikelola dengan baik dan benar, tapi kenyataannya selalu diakui rugi"tegasnya.

Unit usaha PT AUTJ tersebut salah satunya seperti SPBU yang tidak mungkin mengalami kerugian kalau tata kelolanya benar. Begitu produksi air minum dalam kemasan melalui Wayku.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Soemantri

Baca Juga