Scroll untuk baca artikel
Nasional

Titiek Soeharto Terkesan! Tambak Udang Kebumen Cetak 254,5 Ton, Lahan Mangkrak Kini Jadi Mesin Devisa

×

Titiek Soeharto Terkesan! Tambak Udang Kebumen Cetak 254,5 Ton, Lahan Mangkrak Kini Jadi Mesin Devisa

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, ikut panen udang di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Minggu (12/6) - foto dok

KEBUMEN – Siapa bilang lahan pesisir hanya cocok jadi tempat memandang ombak? Di Kebumen, hamparan yang dulu kurang produktif kini berubah menjadi “pabrik udang” modern. Hasilnya bukan sekadar panen, tetapi juga devisa, lapangan kerja, dan harapan baru bagi ekonomi pesisir.

Keberhasilan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen menuai apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. Menurutnya, kawasan yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut membuktikan bahwa lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan optimal bisa disulap menjadi sentra produksi udang berkelas ekspor.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam kunjungan kerja bersama anggota Komisi IV DPR RI pada Sabtu (11/7), Titiek meninjau langsung kawasan tambak modern tersebut. Agenda dimulai dari peninjauan fasilitas, penanaman pohon, panen udang, hingga penebaran 10,24 juta ekor benur di 32 petak tambak sebagai penanda dimulainya operasional siklus ke-9.

“Hasilnya luar biasa. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini menghasilkan udang berkualitas ekspor. Model seperti BUBK Kebumen layak diperbanyak di berbagai daerah agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Titiek.

Kalau biasanya lahan tidur hanya menjadi tempat tumbuh ilalang, di Kebumen justru “dibangunkan” menjadi kawasan yang menghasilkan ratusan ton udang. Satirnya, ternyata yang dibutuhkan bukan sekadar mimpi besar, melainkan pengelolaan yang benar.

BACA JUGA :  KAHMI “Tampar Halus” KPK, Enam Legislator Golkar Disebut Ikut Menikmati Dana CSR BI-OJK

Tak hanya menjadi pusat produksi, Titiek juga menilai BUBK Kebumen telah berkembang sebagai laboratorium pembelajaran bagi masyarakat, pembudi daya, hingga investor yang ingin mengembangkan usaha tambak dengan teknologi modern dan tata kelola yang berkelanjutan.

“Semakin banyak kawasan seperti ini dibangun, semakin besar pula manfaat ekonomi yang akan dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa BUBK Kebumen dirancang sebagai model nasional pengembangan tambak udang berbasis kawasan dengan menerapkan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB).

Konsep tersebut tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan melalui sistem biosekuriti, keamanan pangan, pengelolaan limbah, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar.

BACA JUGA :  Menteri Trenggono Bagikan Paket Ramadhan 1,5 Ton Ikan Beku

Berdiri di atas lahan seluas 100 hektare, kawasan ini memiliki area terbangun 65 hektare dengan 24 hektare kolam efektif. Infrastruktur pendukungnya pun tergolong lengkap, terdiri dari 139 petak produksi, 50 petak tandon, dan 17 petak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurut Haeru, pemisahan saluran air masuk dan keluar, sistem intake yang tertata, kolam tandon, hingga IPAL menjadi fondasi utama agar produksi tinggi tetap sejalan dengan keberlanjutan lingkungan.

“BUBK Kebumen membuktikan peningkatan produksi dapat berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.***