Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Wawali Ajak Siswa SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter, Jauhi Narkoba, Tawuran hingga Pergaulan Menyimpang

×

Wawali Ajak Siswa SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter, Jauhi Narkoba, Tawuran hingga Pergaulan Menyimpang

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 10 Bekasi, Medansatria, Senin (20/7) - foto doc

KOTA BEKASI – Tidak ada panggung megah. Tidak ada tenda besar yang menaungi acara. Hanya rindangnya pepohonan di halaman SMAN 10 Bekasi, Kecamatan Medansatria, yang menjadi saksi bagaimana semangat pendidikan tumbuh dari kesederhanaan.

Di bawah teduhnya pepohonan itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe tampak menikmati setiap penampilan kreativitas para siswa dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sesekali ia memberikan apresiasi kepada para peserta didik yang menampilkan bakat dan kreativitas mereka.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Suasana sederhana tersebut justru menghadirkan pesan yang kuat: pendidikan tidak diukur dari megahnya seremoni, melainkan dari nilai-nilai yang ditanamkan kepada para peserta didik.

Dalam sambutannya, Harris Bobihoe menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar agenda penyambutan siswa baru atau mengenalkan ruang kelas dan tata tertib sekolah.

BACA JUGA :  SDIT Taskia Bekasi Sumbangkan Infaq Harian Bagi Korban Banjir Cicurug

Lebih dari itu, MPLS merupakan pintu awal membangun karakter, kedisiplinan, serta memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, masa transisi menuju jenjang pendidikan yang baru harus dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai positif agar siswa mampu berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga sebagai pribadi yang berintegritas.

Di hadapan ratusan siswa baru, Abdul Harris Bobihoe mengingatkan pentingnya menjaga diri dari berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.

Ia mengajak para pelajar menjauhi penyalahgunaan narkoba, pornografi, tawuran, serta berbagai perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan norma sosial.

“Jaga diri anak-anakku. Jauhi perilaku yang tidak terpuji, yang bertentangan dengan norma masyarakat maupun agama, seperti narkoba, pornografi, tawuran, dan penyimpangan seperti LGBT. Jadilah siswa yang memiliki karakter dan cerdas,” pesannya.

Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan akhlak, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

BACA JUGA :  Memasuki Musim Hujan, RWP dan Unit Pasar Kranji Lakukan Pembenahan

Wakil Wali Kota juga mendorong para siswa untuk terus mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki.

Ia berharap berbagai potensi yang mulai terlihat selama MPLS dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan sekolah, keluarga, dan Kota Bekasi.

“Besar harapan saya, kreativitas dan bakat yang ditampilkan tahun ini mampu melahirkan prestasi terbaik yang mengharumkan nama Kota Bekasi di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.

Di era digital saat ini, tantangan pelajar tidak hanya datang dari ruang kelas.

Media sosial, pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi, hingga penyebaran informasi yang tidak sehat menjadi tantangan baru yang harus dihadapi generasi muda.

Karena itu, sekolah memiliki peran penting sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus tempat lahirnya generasi yang mampu berpikir kritis, berprestasi, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

Ada pepatah yang mengatakan, masa SMA adalah salah satu bab paling berkesan dalam hidup.

BACA JUGA :  APT2PHI Pertanyakan Keseriusan Penyelesaian Revitalisasi Pasar Kranji Baru

Maka gunakanlah masa itu untuk mengumpulkan prestasi, pengalaman organisasi, dan persahabatan.

Jangan sampai yang paling sering dikumpulkan justru surat panggilan orang tua karena melanggar aturan sekolah.

Ijazah memang penting, tetapi nama baik dan karakter akan jauh lebih menentukan masa depan seseorang.

Melalui kegiatan MPLS di SMAN 10 Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Harapannya, para siswa baru tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, semangat berkarya, serta mampu membawa nama baik Kota Bekasi di tingkat nasional maupun internasional.

Karena sejatinya, sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai rapor, melainkan tempat menempa karakter yang kelak menentukan kualitas masa depan bangsa.***