JAKARTA – Nama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk menggantikan Naniek S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menyusul pengunduran diri Naniek yang memilih fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Berdasarkan informasi yang beredar pada Rabu (22/7/2026), penunjukan Sudaryono disebut tinggal menunggu pengumuman resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
“Betul (Sudaryono),” ujar seorang sumber kepada Wawai News, ketika dikonfirmasi mengenai kabar tersebut.
Pergantian pimpinan BGN menjadi perhatian publik mengingat Naniek S. Deyang baru menjabat sebagai Kepala BGN sejak 8 Juni 2026. Masa jabatan yang relatif singkat memunculkan berbagai tanggapan dan spekulasi di ruang publik terkait alasan pergantian tersebut. Hingga kini, pemerintah menyampaikan bahwa pengunduran diri Naniek dilakukan karena alasan kesehatan.
Menanggapi perkembangan tersebut, Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, berharap pergantian pimpinan tidak sekadar menjadi pergantian figur, tetapi menjadi momentum pembenahan tata kelola Badan Gizi Nasional, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Fernando, siapa pun yang dipercaya memimpin BGN harus mampu menghadirkan terobosan agar program prioritas pemerintah tersebut berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
“Diharapkan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional mampu melakukan berbagai terobosan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari memastikan penerima manfaat tepat sasaran, kualitas menu sesuai standar gizi, hingga memperkuat sistem pengawasan agar potensi penyimpangan anggaran dapat diminimalisir,” ujar Fernando.
Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang menyangkut kebutuhan gizi jutaan masyarakat, sehingga memerlukan tata kelola yang profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Program sebesar ini harus didukung sistem yang kuat. Jangan sampai tujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru terganggu oleh lemahnya pengawasan maupun tata kelola anggaran,” katanya.
Fernando juga berharap kepemimpinan baru di BGN mampu memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk pemerintah daerah, sehingga distribusi makanan bergizi dapat berjalan lebih optimal di seluruh Indonesia.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum mengumumkan secara resmi penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Publik masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait pergantian pimpinan lembaga yang mengelola salah satu program unggulan pemerintah tersebut.***











