LAMPUNG UTARA – Urusan asmara di kalangan remaja kembali berujung bikin geleng-geleng kepala. Bukan diselesaikan dengan ngobrol baik-baik, sejumlah remaja putri justru terlibat perkelahian di kawasan Kuburan Cina, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara.
Aksi tersebut terekam kamera dan kemudian beredar di media sosial. Video berdurasi sekitar 17 detik itu memperlihatkan dua remaja putri terlibat aksi pemukulan terhadap seorang remaja lainnya. Di tengah keributan, seorang remaja tampak berusaha melerai.
Peristiwa itu terjadi Senin (10/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Ironisnya, lokasi yang seharusnya identik dengan suasana tenang itu malah berubah menjadi arena “penyelesaian perkara hati”. Kalau dulu masalah asmara mungkin cukup diselesaikan dengan surat atau telepon, kini cukup bermodal Instagram, WhatsApp, lalu berujung video viral.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel membenarkan pihaknya telah menindaklanjuti video tersebut.
“Sudah kami tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan dan mencari identitas para pihak yang terlibat,” kata Ivan, Rabu (12/8/2026).
Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri identitas para remaja yang terlibat.
Hasil penelusuran sementara mengungkap, salah satu remaja diketahui merupakan pelajar SMAN 1 Kotabumi. Sementara dua lainnya merupakan pelajar SMP Asyifa Darussalam.
Menurut polisi, perkelahian tersebut diduga dipicu persoalan asmara.
Cerita bermula dari komunikasi melalui Instagram antara salah satu remaja dengan dua remaja lainnya. Percakapan kemudian berlanjut ke WhatsApp hingga muncul kesepakatan untuk bertemu.
Awalnya, pertemuan direncanakan di kawasan Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan. Namun lokasi kemudian dipindahkan ke kawasan Kuburan Cina karena dianggap lebih dekat.
Pertemuan yang mungkin awalnya dimaksudkan untuk “klarifikasi” justru berubah menjadi cekcok. Tak lama kemudian, perkelahian pecah.
Aksi tersebut direkam dan videonya menyebar di media sosial. Dalam hitungan singkat, urusan pribadi yang mestinya selesai di antara mereka justru menjadi konsumsi publik.
“Anggota sudah melakukan pengecekan TKP, mencatat saksi-saksi dan mencari identitas kedua belah pihak,” ujar Ivan.
Polisi juga telah mendatangi sekolah salah satu remaja yang terlibat untuk menggali informasi lebih lanjut.
Namun hingga Rabu (12/8/2026), belum ada laporan resmi dari kedua pihak.
“Untuk saat ini kedua belah pihak belum ada yang melapor,” kata Ivan.
Meski demikian, polisi tetap melakukan penelusuran untuk memastikan persoalan tersebut tidak melebar menjadi konflik baru.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masalah pertemanan dan asmara di kalangan pelajar tidak selalu berakhir manis. Apalagi jika penyelesaiannya berpindah dari ruang obrolan ke lokasi pertemuan, lalu berakhir di kamera ponsel.
Sebab, sekali video terlanjur beredar, urusan yang awalnya hanya diketahui beberapa orang bisa berubah menjadi tontonan satu dunia maya.
Dan kali ini, “drama asmara” itu bahkan memilih Kuburan Cina sebagai lokasi episodenya. ***













