TANGERANG — Lampung Timur tidak ingin sekadar datang, pasang stan, pajang produk, lalu pulang membawa foto dokumentasi. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mencoba menjadikan keikutsertaannya dalam APKASI Otonomi Expo 2026 (AOE 2026) sebagai pintu masuk untuk menarik investasi dan mengerek nilai ekonomi daerah.
Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menghadiri pembukaan sekaligus meninjau stan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur di Nusantara Convention Hall, ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.
Di tengah persaingan antar daerah yang sama-sama berlomba menjual potensi kepada investor, kehadiran Lampung Timur dalam expo tersebut menjadi ujian sederhana: apakah potensi daerah hanya berhenti sebagai bahan brosur, atau benar-benar bisa berubah menjadi investasi dan lapangan kerja?
Pemkab Lampung Timur membawa tema “Rooted in Nature, Growing Together” atau Berakar pada Alam, Tumbuh Bersama, dengan menonjolkan pengembangan potensi berbasis lingkungan melalui program Perhutanan Sosial bertajuk “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera.”
Azwar Hadi mengatakan AOE 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas promosi sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kita ingin memperkenalkan Lampung Timur tidak hanya dari sisi potensi alamnya, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Azwar Hadi.
Menurutnya, sektor Perhutanan Sosial menjadi salah satu pilihan strategis karena mempertemukan kepentingan pelestarian lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Hutan harus tetap lestari, tetapi masyarakat yang berada di sekitarnya juga harus mendapatkan manfaat secara ekonomi. Karena itu, semangat yang kita bawa adalah hutan lestari, masyarakat sejahtera,” katanya.
Partisipasi dalam expo nasional semestinya tidak berhenti pada urusan menampilkan produk unggulan. Tantangan sebenarnya justru dimulai setelah pengunjung stan selesai mengambil brosur dan pulang.
Pemkab Lampung Timur kini dituntut mampu menerjemahkan promosi tersebut menjadi kerja sama konkret, baik berupa investasi, perluasan pasar produk lokal, kemitraan usaha, maupun pengembangan sektor ekonomi berbasis sumber daya daerah.
AOE 2026 menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, hingga berbagai pemangku kepentingan. Kesempatan itu menjadi penting bagi Lampung Timur untuk menjual lebih dari sekadar komoditas.
Azwar Hadi berharap kehadiran Lampung Timur dalam AOE 2026 mampu menarik minat investor dan mitra strategis untuk membangun kerja sama yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kita berharap expo ini menjadi pintu masuk bagi investor dan mitra strategis untuk melihat langsung potensi yang dimiliki Lampung Timur. Tentunya investasi yang kita dorong adalah investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” lanjutnya.
Melalui AOE 2026, Pemkab Lampung Timur membangun jejaring dengan pemerintah daerah lain, pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan.***













