Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALEKONOMILAMPUNG TIMUR

Bupati Lampung Timur Tinjau Pabrik Rokok HS di Nibung: Budaya Jalan, Ekonomi Tumbuh

×

Bupati Lampung Timur Tinjau Pabrik Rokok HS di Nibung: Budaya Jalan, Ekonomi Tumbuh

Sebarkan artikel ini
CEO Rokok HS bagian Sumatera Danang menunjukkan salah satu produk saat menerima kunjungan Bupati Ela di Pabrik HS di Desa Nibung, Lampung Timur, Senin (24/8) - foto Jali

LAMPUNG TIMUR Setelah ribuan mata disuguhi kemeriahan Melinting Fest 2026 yang menampilkan 1.000 penari, perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Timur beralih ke sektor ekonomi.

Senin (24/8/2026), Bupati Lampung Timur meninjau langsung kesiapan operasional Pabrik Rokok HS di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pesan yang lebih besar: kemajuan ekonomi tidak harus membuat budaya tersingkir.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Desa Nibung baru saja menjadi panggung besar budaya Melinting. Ribuan masyarakat berkumpul menyaksikan 1.000 penari menampilkan kekayaan tradisi Lampung.

Tak lama setelah tarian terakhir selesai, rombongan Bupati bergerak meninjau kawasan industri.

Dua wajah Nibung pun bertemu dalam satu hari yakni budaya di satu sisi, investasi dan industri di sisi lain.

Dan justru di titik itulah tantangannya berada.

Dalam kunjungannya, Bupati Lampung Timur disambut CEO HS Sumatera, Danang Setia, bersama Kepala Desa Nibung Marlin Kurnia.

Danang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang memberikan perhatian terhadap keberadaan industri tersebut.

BACA JUGA :  Inflasi Bukan Urusan Pusat Saja, Lamtim dan Metro Akhirnya “Kawin Kontrak” Demi Harga Cabai Stabil

“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajaran pemerintah daerah yang berkenan mampir di tengah kesibukan. Dukungan ini menjadi semangat besar bagi kami untuk membangun dan berkontribusi bagi masyarakat Lampung Timur,” ujar Danang.

Namun, dukungan pemerintah terhadap industri tentu tidak berhenti pada seremoni kunjungan.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah yakni seberapa besar industri tersebut nantinya benar-benar dirasakan masyarakat?

Sebab bagi warga, investasi bukan sekadar bangunan pabrik berdiri, papan nama terpasang, lalu foto bersama.

Warga tentu menunggu manfaat konkretnya: lapangan pekerjaan, perputaran ekonomi, peluang usaha, hingga peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.

Kalau industri hanya berdiri megah sementara warga sekitar tetap menjadi penonton, tentu ada yang kurang dari cerita investasinya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya.

Desa Nibung dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan tradisi dan nilai budaya Melinting.

Karena itu, kehadiran industri diharapkan tidak menjadi alasan untuk mengorbankan karakter budaya maupun lingkungan setempat.

BACA JUGA :  Bantuan untuk Musala di Desa Brawijaya yang Dialihkan guna Kepentingan Politik Caleg PKS, Ternyata dari BI

“Kemajuan ekonomi tidak harus mengorbankan budaya. Keduanya bisa berjalan beriringan Melinting tetap jaya, rakyat tetap sejahtera. Itu tujuan utama kita semua,” ungkap Bupati.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya sering kali dianggap sebagai dua kepentingan yang berseberangan.

Padahal, keduanya bisa berjalan bersama apabila pembangunan dilakukan dengan memperhatikan masyarakat, lingkungan dan karakter wilayah.

Budaya tidak harus masuk museum hanya karena industri masuk desa.

Begitu pula industri tidak harus dicurigai sebagai ancaman selama operasionalnya memenuhi aturan, menjaga lingkungan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pabrik Rokok HS Diharapkan Buka Lapangan Kerja

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memberikan dukungan terhadap hadirnya industri baru tersebut.

Pabrik Rokok HS diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan serta menciptakan efek ekonomi bagi wilayah sekitar.

Dampak ekonomi industri tidak hanya dihitung dari jumlah pekerja yang direkrut.

Jika berkembang dengan baik, aktivitas pabrik juga berpotensi menggerakkan sektor lain, mulai dari jasa transportasi, warung makan, usaha kecil, pemasok kebutuhan operasional hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Jokowi Membuka Keran Ekspor Migor

Artinya, pabrik bukan hanya soal cerobong dan produksi, tetapi juga tentang seberapa jauh roda ekonomi berputar di sekitarnya.

Namun harapan itu tentu harus berjalan beriringan dengan pengawasan.

Terutama karena industri rokok memiliki karakteristik tersendiri. Kepatuhan terhadap regulasi, lingkungan, ketenagakerjaan dan ketentuan lainnya menjadi bagian yang tidak bisa ditawar.

Jangan sampai slogan investasi terdengar besar, tetapi manfaat ekonominya justru kecil bagi masyarakat sekitar.

Kunjungan Bupati dilakukan setelah Melinting Fest 2026, festival budaya yang menjadi perhatian karena melibatkan sekitar 1.000 penari.

Momentum tersebut seolah mempertemukan dua simbol penting Lampung Timur dalam satu hari.

1.000 penari mewakili akar budaya. Pabrik mewakili harapan pertumbuhan ekonomi. Keduanya sama-sama membutuhkan ruang.

Setelah 1.000 penari menyatukan gerak, kini industri dituntut menyatukan kepentingan: investasi tumbuh, warga mendapat manfaat, lingkungan tetap terjaga, dan budaya Melinting tidak kehilangan rumahnya.***