Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Seragam Tak Kunjung Dibagikan Meski Lunas, Wali Murid SMAN 1 Anak Ratu Aji Minta Kepsek Diproses

×

Seragam Tak Kunjung Dibagikan Meski Lunas, Wali Murid SMAN 1 Anak Ratu Aji Minta Kepsek Diproses

Sebarkan artikel ini
Foto Kolase SMAN 1 Anak Ratu Aji, Lampung Tengah bersama Kepsek Sutanto - (f-SMN)

LAMPUNG TENGAH – Polemik pengadaan seragam di SMAN 1 Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, kembali menjadi sorotan. Sejumlah wali murid mengaku kecewa karena seragam yang telah mereka lunasi sejak tahun ajaran 2025 hingga kini belum juga diterima, meski saat ini sudah memasuki tahun ajaran 2026.

Salah seorang wali murid menuturkan, pembayaran seragam telah diselesaikan sesuai ketentuan yang ditetapkan pihak sekolah. Namun, hingga kini seragam tersebut tak kunjung dibagikan kepada para murid.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Sampai sekarang seragam anak-anak kami belum diterima. Padahal pembayarannya sudah lunas sejak tahun ajaran 2025. Sekarang sudah masuk tahun 2026, tetapi seragamnya belum juga ada,” ujarnya, Kamis.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan para orang tua. Mereka mempertanyakan transparansi pengelolaan dana pengadaan seragam dan meminta pihak sekolah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab keterlambatan.

BACA JUGA :  Modus Rekrut Pekerja Tebang Tebu Berujung Penipuan, Pria di Lampung Tengah Ditangkap Usai Raup Rp22 Juta

Tak hanya itu, sejumlah wali murid juga mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung agar turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan kelalaian dalam pengelolaan pengadaan seragam tersebut.

Mereka bahkan meminta Kepala SMAN 1 Anak Ratu Aji dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti terjadi pelanggaran dalam pengelolaan dana yang telah dibayarkan oleh para orang tua siswa.

BACA JUGA :  SPMB Bandar Lampung Kena "Kartu Merah" Ombudsman, Puluhan SMP Terbukti Langgar Aturan?

“Kalau memang ada kesalahan atau kelalaian, kami berharap kepala sekolah diproses sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai hak anak-anak diabaikan,” tegas salah satu wali murid. ***