Scroll untuk baca artikel
InfrastrukturLampung

11 Tahun Menunggu, Jalan Akhirnya Dicor Beton! Mirza-Jihan Turun Gunung, Warga: Semoga Bukan Sekadar Tambal Janji

×

11 Tahun Menunggu, Jalan Akhirnya Dicor Beton! Mirza-Jihan Turun Gunung, Warga: Semoga Bukan Sekadar Tambal Janji

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela turun langsung ke lapangan, meninjau proyek perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi Jumat (17/7/2026) - foto dok ist

LAMPUNG – Selama bertahun-tahun, jalan rusak di Lampung seolah menjadi “monumen kesabaran” masyarakat. Lubang datang silih berganti, tambalan cepat mengelupas, sementara warga hanya bisa bergurau, “Kalau belum oleng di jalan, berarti belum masuk Lampung.” Namun, pemandangan itu perlahan mulai berubah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela turun langsung ke lapangan, Jumat (17/7/2026), memastikan proyek perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi benar-benar berjalan, bukan sekadar bagus di papan proyek atau laporan di atas meja.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Di Ruas Gunung Sugih Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, Mirza mengecek langsung pembangunan jalan menggunakan konstruksi rigid beton, jenis konstruksi yang dikenal lebih kuat dan memiliki usia layanan lebih panjang dibanding perkerasan aspal biasa.

BACA JUGA :  RTH Kota Bekasi Masih Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Perbaikan dilakukan sepanjang 600 meter, terbagi menjadi dua segmen masing-masing 300 meter dengan lebar jalan 6 meter.

Mirza menegaskan, proyek ini tidak boleh menjadi proyek yang hanya selesai secara administrasi, tetapi gagal secara kualitas.

“Jangan sampai masyarakat baru menikmati jalan mulus beberapa bulan, lalu kembali menghitung lubang satu per satu,” begitu pesan yang tersirat dari pengawasan ketat yang ditekankan gubernur.

Ia meminta seluruh pihak mulai dari kontraktor, konsultan pengawas hingga Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung bekerja sesuai standar.

Menurut Mirza, setiap tahapan pekerjaan akan diawasi secara menyeluruh agar kualitas pembangunan benar-benar terjamin.

“Tentunya kita akan awasi dengan benar, dengan baik setiap tahap pekerjaan. Kita memastikan kualitas dikerjakan dengan baik, sistem bekerja dengan baik,” tegasnya.

Di sela peninjauan, Mirza juga berdialog dengan warga.

BACA JUGA :  Praperadilan “Menampar” Penyidik: PN Kota Agung Batalkan Status Tersangka, Nama Dua Warga Direhabilitasi

Tak hanya soal jalan, warga turut menyampaikan kabar yang membuat senyum petani mulai kembali terlihat.

Harga singkong yang sebelumnya berkisar Rp1.000 per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp2.300 per kilogram.

Kondisi ini dinilai menjadi angin segar bagi petani Lampung, mengingat singkong merupakan salah satu komoditas unggulan daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pembangunan infrastruktur dan pembenahan tata niaga hasil pertanian akan berjalan beriringan.

Sebab, jalan yang baik tanpa harga hasil panen yang layak hanya akan membuat truk melaju lebih cepat membawa keuntungan yang belum tentu dinikmati petani.

Jalan Wates–Metro Akhirnya Bangkit Setelah 11 Tahun Menunggu

Di lokasi berbeda, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau pembangunan **Ruas Jalan Wates–Metro yang juga berada di Kabupaten Lampung Tengah.

Ruas sepanjang 1,4 kilometer itu dibangun menggunakan konstruksi beton rigid dengan nilai anggaran mencapa Rp15 miliar.

BACA JUGA :  Arinal, Minta Pengembang  Sediakan Sarana Olahraga

Yang menarik, jalan ini menjadi simbol penantian panjang masyarakat.

Sekitar 11 tahun warga menunggu ruas tersebut diperbaiki.

Kini, pembangunan akhirnya berjalan dengan progres mencapai 41 persen hingga pertengahan Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.

“Setelah sekitar 11 tahun dinantikan masyarakat, melalui kebijakan Bapak Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, pembangunan ruas ini akhirnya dapat direalisasikan,” ujar Jihan.

Ia juga mengingatkan pelaksana proyek agar tidak hanya fokus pada badan jalan.

Menurutnya, sistem drainase harus menjadi perhatian utama agar jalan tidak cepat rusak akibat genangan air.

Sebab, dalam dunia infrastruktur ada satu “musuh abadi” yang sering luput dari perhatian yakni air.

Beton sekuat apa pun akan kehilangan umur panjang jika air dibiarkan menggenang tanpa saluran yang baik.***