Scroll untuk baca artikel
BudayaTANGGAMUS

Bukan Sekadar Lomba Tari, Pemkab Tanggamus Ditantang Buktikan Keseriusan Selamatkan Budaya Lokal

×

Bukan Sekadar Lomba Tari, Pemkab Tanggamus Ditantang Buktikan Keseriusan Selamatkan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini
Puluhan sanggar seni dan sekolah dari 16 kecamatan ambil bagian menampilkan kreasi tari berbasis kearifan lokal, Rabu 22 Juli 2026, (foto_komf)

TANGGAMUS – Di tengah derasnya arus budaya populer dan dominasi konten digital, Pemerintah Kabupaten Tanggamus kembali menggelar Lomba Tari Kreasi Garapan Tradisional. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah, apakah kegiatan ini benar-benar menjadi langkah serius menyelamatkan budaya lokal, atau hanya sebatas seremoni tahunan?

Perlombaan yang dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tanggamus, Rully Runa Yuda, mewakili Bupati Tanggamus, berlangsung di Taman Soekarno-Hatta, Kotaagung, Rabu (22/7/2026). Puluhan sanggar seni dan sekolah dari 16 kecamatan ambil bagian menampilkan kreasi tari berbasis kearifan lokal.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam sambutannya, Rully menegaskan bahwa lomba tersebut tidak boleh dipandang sekadar kompetisi mencari juara.

“Ajang ini harus menjadi ruang lahirnya penari, koreografer, dan karya-karya tari yang mampu mengangkat nama Tanggamus hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para seniman dan pembina sanggar yang selama ini tetap konsisten menjaga eksistensi seni tradisional di tengah minimnya perhatian generasi muda terhadap budaya daerah.

Namun demikian, pelestarian budaya dinilai tidak cukup hanya mengandalkan perlombaan. Banyak pelaku seni berharap pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih konkret, mulai dari pembinaan berkelanjutan, dukungan anggaran bagi sanggar, hingga ruang pertunjukan yang rutin agar karya seni tidak berhenti di panggung lomba.

BACA JUGA :  Turnamen Bola Voli Rajawali Cup Karanganyar, Ajang Prestasi dan Penggerak Ekonomi UMKM

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus, Pramadya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal.

Menurutnya, lomba ini bertujuan melestarikan seni tari tradisional, meningkatkan kreativitas koreografer dan generasi muda, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta menjadi sarana regenerasi pelaku seni.

Dalam perlombaan Tari Kreasi Garapan Tradisional itu, sebanyak 20 penampilan dari sekolah dan sanggar seni yang mewakili 16 kecamatan mengikuti perlombaan tersebut. Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Semaka, Pugung, Kelumbayan, Bulok, Limau, Gisting, Wonosobo, Sumberejo, Kotaagung hingga Bandar Negeri Semuong.

BACA JUGA :  Mengenal Kain Tapis Lampung: Jenis, Motif, Makna Filosofis dan Sejarah Warisan Budaya

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa potensi seni tradisional di Tanggamus masih sangat besar. Tantangan berikutnya berada di tangan pemerintah daerah, yakni memastikan semangat itu tidak padam setelah lomba selesai.

Sebab tanpa pembinaan yang berkelanjutan, festival budaya berisiko hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Sebaliknya, jika dibarengi dukungan nyata, Tanggamus berpeluang melahirkan identitas budaya yang kuat sekaligus menjadi magnet pariwisata daerah. ***