TANGGAMUS — Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mengguyur sejumlah wilayah Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (5/9/2026) pagi.
Abu mulai dirasakan warga sekitar pukul 06.00 WIB. Selain abu yang dilaporkan cukup tebal, warga juga merasakan gempa kecil yang terjadi berulang.
Wilayah yang terdampak antara lain sejumlah kawasan dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Martanda, termasuk Pulung Bayang dan Cukupala di kawasan Pulau Tabuan.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, menginstruksikan jajaran pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan keselamatan masyarakat.
Instruksi Bupati disampaikan melalui Kabag Prokopim Hendra Ferry kepada BPBD Tanggamus, Dinas Kesehatan dan Camat Pematang Sawa untuk segera melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah terdampak.
Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, tetap tenang namun siaga, serta mengikuti informasi resmi pemerintah mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik, kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak untuk sementara diminta diliburkan, terutama untuk melindungi anak-anak.
Berdasarkan laporan PVMBG periode pengamatan 5 September 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Dalam laporan tersebut juga tercatat adanya lava fountain atau air mancur lava pada malam hari. Dentuman dan suara gemuruh dilaporkan terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran.
PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.












