Scroll untuk baca artikel
PERSONA

Kapolri Terharu! Polwan Peraih Penghargaan Dunia Ini Tak Minta Jabatan, Hanya Ingin Jadi Perwira

×

Kapolri Terharu! Polwan Peraih Penghargaan Dunia Ini Tak Minta Jabatan, Hanya Ingin Jadi Perwira

Sebarkan artikel ini
Brigadir Renita Rismayanti
Brigadir Renita Rismayanti

JAKARTA – Di tengah gemerlap malam penganugerahan Hoegeng Awards 2026, terselip sebuah momen yang mencuri perhatian. Bukan karena kemewahan acara atau tepuk tangan para tamu undangan, melainkan jawaban sederhana seorang polisi wanita yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

Saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kesempatan menyampaikan permintaan pribadi, Brigadir Renita Rismayanti tak meminta promosi jabatan, fasilitas, ataupun penghargaan tambahan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dengan tenang, Polwan berprestasi itu hanya mengungkapkan satu harapan.

“Apabila diperkenankan, saya berminat mengikuti Sekolah Inspektur Polisi,” ujar Renita di hadapan Kapolri dan para tamu undangan pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

Jawaban itu seketika mengundang senyum sekaligus apresiasi dari Kapolri.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahkan berseloroh bahwa dirinya tidak memiliki alasan untuk menolak permintaan tersebut.

“Masalahnya karena sudah dipilih oleh dewan pakar, jadi saya tidak berani menolak,” kata Kapolri yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Momen singkat itu menjadi simbol bahwa bagi Renita, penghargaan bukanlah garis akhir. Baginya, prestasi justru menjadi pijakan untuk mengabdi lebih besar kepada institusi dan masyarakat.

BACA JUGA :  Imam Malik dan Godaan Kekuasaan: Ulama Besar yang Tak Pernah Menjual Ilmu kepada Istana

Mengubah Sistem Manual Menjadi Digital di Negara Konflik

Brigadir Renita bukan sosok yang tiba-tiba dikenal karena Hoegeng Awards.

Namanya lebih dulu mendunia ketika dipercaya menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA) pada 2023–2024.

Di negara yang masih dilanda konflik bersenjata itu, Renita bertugas sebagai Crime Database Officer atau petugas basis data kriminal UN Police (UNPOL).

Sesampainya di Republik Afrika Tengah, ia mendapati pencatatan tindak kriminal masih dilakukan secara manual.

Padahal, kondisi keamanan yang kompleks membutuhkan data yang cepat, akurat, dan dapat diakses secara real time.

Melihat persoalan tersebut, Renita bersama tim mengembangkan UNPOL Case Management Platform, sistem digital yang mengubah proses pencatatan kasus kriminal menjadi lebih modern dan efisien.

Melalui inovasi itu, seluruh laporan kejahatan dapat dianalisis secara cepat, menghasilkan statistik kriminal secara otomatis, sekaligus membantu pimpinan misi PBB mengambil keputusan berdasarkan data.

BACA JUGA :  Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jampidsus, Usai Rumah Digeledah Kini Kursi Ditinggalkan

Namun kontribusinya tidak berhenti di situ.

Renita juga memimpin proyek pembangunan database kriminal pertama bagi kepolisian lokal Republik Afrika Tengah.

Sebelumnya, banyak pelaku kejahatan belum memiliki data identitas sehingga sulit dilacak dan masih bebas berkeliaran.

Melalui sistem baru tersebut, aparat keamanan setempat mulai mampu melakukan pendataan secara terintegrasi.

Ia bahkan mengembangkan crime hotspot mapping, yakni pemetaan digital titik-titik rawan kriminal yang menjadi acuan patroli pasukan PBB dalam melindungi masyarakat sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

Dedikasi tersebut mengantarkan Brigadir Renita menerima penghargaan paling bergengsi bagi polisi wanita dunia, yakni United Nations Woman Police Officer of the Year 2023.

Ia menjadi Polwan Indonesia pertama yang berhasil meraih penghargaan internasional tersebut.

Penghargaan itu diberikan PBB kepada polisi wanita yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa dalam misi perdamaian dunia melalui inovasi, kepemimpinan, dan perlindungan terhadap masyarakat sipil.

Prestasi itu sekaligus menjadi bukti bahwa personel Polri mampu bersaing di tingkat global, bukan hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga penguasaan teknologi dan inovasi.

BACA JUGA :  Ketua PWNU Pertama Lampung Ternyata Inspektur Polisi Kelahiran Sukadana

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyebut keberhasilan Brigadir Renita menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri.

Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa polisi Indonesia memiliki kemampuan yang diakui dunia internasional.

“Prestasi Brigadir Renita menjadi bukti bahwa anggota Polri memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan inovasi yang bermanfaat dalam pencegahan kejahatan di wilayah penugasan. Polri akan terus memberikan dukungan penuh kepada setiap personel yang berprestasi dan membawa nama baik institusi,” ujar Dedi Prasetyo.

Dari Magelang untuk Dunia

Lahir di Magelang, 28 Oktober 1996, Brigadir Renita Rismayanti menunjukkan bahwa dedikasi dan inovasi mampu membawa seorang polisi Indonesia berdiri sejajar dengan personel terbaik dunia.

Kini, setelah meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Inovatif, ia kembali menunjukkan kerendahan hati.

Di saat banyak orang mengejar penghargaan, Renita justru memilih meminta kesempatan untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, dan mengabdi lebih besar sebagai seorang perwira.

Sebuah permintaan sederhana yang justru memperlihatkan kualitas seorang polisi sejati: tidak pernah berhenti mengembangkan diri demi melayani masyarakat.***