Scroll untuk baca artikel
WISATA

Kebakaran Hutan Mengganas, Gubernur Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar, Ditutup

×

Kebakaran Hutan Mengganas, Gubernur Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar, Ditutup

Sebarkan artikel ini
Pendakian gunung ditutup sementara untuk mencegah munculnya sumber api dari kawasan pegunungan, (foto_gn)

BANDUNG — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat semakin mengkhawatirkan. Di tengah musim kemarau, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menginstruksikan agar aktivitas pendakian gunung ditutup sementara untuk mencegah munculnya sumber api dari kawasan pegunungan.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menyusul tingginya kasus kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah Jawa Barat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

KDM mengingatkan, aktivitas sederhana yang dilakukan pendaki, seperti menyalakan api unggun hingga membuang puntung rokok sembarangan, berpotensi menjadi pemicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

BACA JUGA :  Pantai Mandiri di Krui, Kalian Bisa Menikmati Sunrise-Sunset Dalam Satu Lokasi

“Pendakian gunung untuk sementara ditutup dulu karena khawatir para pendaki nanti menyalakan api,” kata Dedi Mulyadi, Senin (31/8/2026).

Menurut KDM, kondisi kawasan pegunungan selama musim kemarau sangat rentan terhadap kebakaran. Vegetasi yang mengering membuat api dapat dengan cepat menjalar dan meluas.

Karena itu, pencegahan dinilai jauh lebih penting dibandingkan harus menangani kebakaran setelah api telanjur membesar.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menunjukkan ancaman karhutla bukan sekadar kekhawatiran.

BACA JUGA :  Lahan Gambut Way Kambas Terbakar, Petugas Jalan Kaki Kejar Api! Medan Sulit dan Sumber Air Jauh Jadi Tantangan

Hingga 31 Agustus 2026, luas lahan dan hutan yang terbakar di Jawa Barat telah mencapai 228,07 hektare.

Kebakaran tercatat terjadi di 178 desa/kelurahan yang tersebar di 107 kecamatan. Total terdapat 156 kejadian kebakaran sepanjang periode tersebut.

Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak, yakni 21 kejadian. Berikutnya Kabupaten Majalengka dengan 17 kejadian, dan Kabupaten Bandung sebanyak 16 kejadian.

Sementara jika dilihat berdasarkan luas area yang terbakar, Kabupaten Sukabumi berada di posisi teratas dengan 49,20 hektare.

Disusul Kabupaten Majalengka dengan luas 26,16 hektare dan Kabupaten Bandung mencapai 24,80 hektare.

BACA JUGA :  Wisata Danau Kemuning Ditutup, Ini Catatan Kelamnya: Sejak Dibuka Sudah Telan 5 Nyawa

Pendaki Diminta Tak Jadi Pemicu Bencana

Penutupan sementara jalur pendakian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memutus potensi munculnya titik api baru dari aktivitas manusia.

Terlebih pada musim kemarau, api kecil sekalipun dapat berubah menjadi kebakaran besar apabila mengenai rerumputan, semak, atau vegetasi yang kondisinya kering.

Kebijakan ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas menyalakan api maupun membuang puntung rokok di kawasan pegunungan.***