Scroll untuk baca artikel
Lampung

Kebakaran Hebat Guncang Pasar Tempel Jembatan Merah Bandar Lampung, Warga Panik dan Berhamburan Tengah Malam

×

Kebakaran Hebat Guncang Pasar Tempel Jembatan Merah Bandar Lampung, Warga Panik dan Berhamburan Tengah Malam

Sebarkan artikel ini
Foto: Kebakaran Pasar Tempel Jembatan Merah, lokasi bekas pabrik kaleng di Kelurahan Cimeng, Kecamatan Teluk Betung, Minggu (25/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB

BANDAR LAMPUNG — Malam yang seharusnya tenang mendadak berubah mencekam setelah kobaran api melahap kawasan Pasar Tempel Jembatan Merah, lokasi bekas pabrik kaleng di Kelurahan Cimeng, Kecamatan Teluk Betung, Minggu (25/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Api muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat membesar, membakar sejumlah lapak di kawasan pasar tempel yang dikenal padat bangunan semi permanen. Dalam hitungan menit, kobaran api menjulang tinggi disertai kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari berbagai sudut kota.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Warga sekitar sontak panik. Sebagian berhamburan keluar rumah, sementara lainnya berusaha menyelamatkan barang-barang berharga karena khawatir api merembet ke permukiman penduduk yang jaraknya hanya beberapa meter dari titik kebakaran.

“Api cepat sekali membesar. Kami takut merambat ke rumah,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Di tengah kepanikan malam dan minimnya penerangan, warga berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember dan alat seadanya sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran datang.

Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Bandar Lampung tiba di lokasi dan langsung berjibaku melakukan pemadaman. Namun sempitnya akses jalan menuju area pasar membuat proses penanganan sempat terkendala.

BACA JUGA :  Puluhan Hektar Sawah di Desa Toba Terendam, Diduga Air Kiriman dari Bendung Margatiga

Petugas damkar harus bekerja ekstra di tengah gang sempit, kabel semrawut, serta kerumunan warga yang memadati lokasi. Situasi ini kembali memperlihatkan bagaimana kawasan padat dan minim akses darurat masih menjadi “bom waktu” yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi bencana besar.

Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung cukup lama. Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

BACA JUGA :  UMP Lampung 2026 Naik 5,35 Persen, Lampung Timur dan Tanggamus Tetap “Numpang” UMP

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian yang ditimbulkan. Tidak ada laporan korban jiwa, namun sejumlah lapak dilaporkan hangus terbakar.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kawasan pasar padat dengan instalasi listrik tak tertata dan akses terbatas masih menyimpan potensi bahaya serius, terutama saat malam hari ketika sebagian besar warga sedang terlelap.

Selain itu tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.***