Scroll untuk baca artikel
Megapolitan

Nyahi On The Bus 2026: Menyusuri Jejak Peradaban Jakarta Lewat Rasa Betawi

×

Nyahi On The Bus 2026: Menyusuri Jejak Peradaban Jakarta Lewat Rasa Betawi

Sebarkan artikel ini
foto dok

JAKARTA – Di balik setiap hidangan Betawi tersimpan kisah panjang tentang pertemuan budaya, perdagangan, migrasi, dan perjalanan sejarah yang membentuk Jakarta hingga menjadi kota metropolitan seperti saat ini. Kuliner bukan sekadar soal cita rasa, melainkan bagian dari identitas, warisan budaya, dan rekam jejak peradaban.

Berangkat dari semangat tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Ahli Boga Indonesia (DPD IKABOGA) DKI Jakarta kembali menghadirkan Nyahi On The Bus (NOTB) 2026, sebuah program wisata kuliner dan budaya yang mengajak masyarakat mengenal Jakarta dari sudut pandang yang berbeda yakni melalui makanan, sejarah, dan tradisi Betawi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Mengusung tema “Nyahi, Ruang Temu Peradaban dalam Rasa Betawi”, kegiatan ini akan digelar pada 27–28 Juni 2026 di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Festival 499 Tahun Jakarta Rasa.

Program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Nyahi On The Bus 2025 yang mendapat sambutan positif dari masyarakat, komunitas budaya, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan. Tahun ini, kegiatan dikemas lebih luas dan kolaboratif dengan memadukan edukasi, promosi budaya, penguatan UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

BACA JUGA :  Petugas Haji Daerah Kota Bekasi Mundur Setelah Lolos Seleksi, Ternyata Karena Hal Ini

Ketua Panitia NOTB 2026, Indah Erniawati, SE, mengatakan kuliner Betawi menjadi cerminan perjalanan panjang Jakarta sebagai kota pelabuhan internasional yang sejak berabad-abad lalu menjadi titik temu berbagai bangsa dan budaya.

“Melalui Nyahi On The Bus, kami ingin menunjukkan bahwa kuliner Betawi bukan hanya warisan rasa, tetapi juga warisan peradaban. Setiap makanan memiliki cerita, filosofi, dan nilai budaya yang layak dikenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas,” ujarnya Kamis (26/6).

Wisata Kuliner yang Menghidupkan Sejarah Jakarta

Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan berbagai aktivitas yang memadukan unsur budaya, edukasi, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Beragam kegiatan yang akan berlangsung antara lain:

  • Bazaar produk UMKM kuliner dan ekonomi kreatif;
  • Demo Cooking makanan khas Betawi;
  • Demo pembuatan jajanan pasar tradisional;
  • Aktivasi produk dari berbagai mitra usaha;
  • Pertunjukan musik dan hiburan budaya;
  • Kuis interaktif dan doorprize;
  • Serta berbagai aktivitas edukatif yang memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara, khususnya Betawi.
BACA JUGA :  Bimtek Life Skill oleh BNN di Bandar Lampung, Peserta Antusias Olah 5 Varian Jajanan Pasar

Salah satu agenda unggulan yang menjadi ikon kegiatan ini adalah Nyahi On The Bus (NOTB), sebuah perjalanan wisata budaya menggunakan bus yang mengajak peserta menyusuri berbagai kawasan Jakarta sambil menikmati kuliner khas Betawi dan mendengarkan kisah perkembangan kota dari masa ke masa.

Konsep ini menghadirkan pengalaman yang unik karena peserta tidak hanya mencicipi makanan, tetapi juga diajak memahami bagaimana Jakarta tumbuh sebagai ruang pertemuan beragam etnis, tradisi, dan peradaban yang kemudian melahirkan identitas khas Betawi.

Menguatkan Literasi Budaya Betawi

Sebagai bagian dari penguatan nilai edukasi budaya, kegiatan ini turut menghadirkan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) melalui partisipasi budayawan Yahya Andi Saputra.

Kehadirannya akan memperkaya pemahaman peserta mengenai sejarah, filosofi, serta dinamika perkembangan budaya Betawi di tengah perubahan Jakarta yang terus bergerak sebagai kota global.

BACA JUGA :  Hari Kedua Perayaan HUT IKABOGA di Sarinah Mall, Berhasil Curi Perhatian Pengunjung

Melalui perspektif budaya tersebut, peserta diharapkan dapat melihat keterkaitan erat antara kuliner, tradisi, nilai sosial, dan identitas masyarakat Betawi yang menjadi fondasi kebudayaan Jakarta.

Kolaborasi Membangun Ekosistem Budaya dan Ekonomi Kreatif

NOTB 2026 juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh Ketua DPD IKABOGA DKI Jakarta, Pendiri IKABOGA Indonesia Dewi Motik Pramono, perwakilan manajemen ITC Cempaka Mas, unsur pemerintah, pelaku usaha, komunitas budaya, akademisi, media, serta para pelaku UMKM.

Melalui sinergi tersebut, Nyahi On The Bus 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar festival kuliner. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang temu masyarakat untuk mengenal, merawat, dan merayakan identitas Jakarta melalui kekayaan rasa Betawi yang lahir dari perjalanan panjang sebuah peradaban.

Karena di Jakarta, setiap rasa memiliki cerita. Dan setiap hidangan Betawi adalah jejak sejarah yang masih hidup hingga hari ini.***